Jaringan Narkoba Malang - Kediri Dibongkar | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 05 Sep 2019, dibaca : 911 , Halim, agung

MALANG - Tiga jaringan narkotika berhasil diringkus Satreskoba Polres Malang akhir pekan lalu. Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda. Barang bukti yang diamankan dari ketiganya juga berbeda. Ketiganya adalah Abdul Ali, 38, warga Jalan Sumbertaman Desa Brongkal Kecamatan Pagelaran. Agus Setiawan, 27, warga Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi. Dan Slamet Wahyudi, 42, warga Kelurahan Sedayu Kecamatan Turen.
"Mereka ini satu jaringan. Kami masih akan kembangkan kasusnya untuk memburu jaringannya di Kediri," ujar Kasatreskoba Polres Malang AKP Anton Widodo.
Adalah Abdul Ali, yang kali pertama ditangkap di rumahnya. Polisi menangkapnya setelah mendapat informasi bahwa Ali kerap mengonsumsi narkotika jenis daun ganja kering. Dari penangkapannya, petugas mendapatkan barang bukti sepoket ganja dibungkus plastik.
"Saya hanya pemakai, bukan pengedar. Tugas saya hanya mengambil barang kemudian mengirim. Sudah tiga kali mengambil dan mengirim ganja dari Kediri. Setiap kali pengiriman mendapat Rp 300 ribu," terang tersangka Abdul Ali.
Dalam pemeriksaan, Ali bernyanyi kalau dia mendapatkan barang haram tersebut dari Agus Setiawan. Petugas akhirnya langsung mengembangkan kasusnya dengan menggerebek rumah Agus. Hasilnya, pemuda tamatan SMP ini berhasil diamankan. Barang buktinya, petugas mengamankan empat poket ganja. Dua poket adalah ganja kering, sedang dua poket lainnya berisi biji ganja. "Barang saya dapatkan dari teman asal Kediri. Pengiriman barang lewat ranjau," kata Agus Setiawan.
Saat diperiksa, Agus juga mengaku menjual barang kepada Slamet Wahyudi. Akhirnya polisi mengembangkan dan berhasil menangkap Slamet. Barang buktinya, polisi mengamankan empat poket ganja serta enam poket sabu-sabu (SS). "Mereka bertiga dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya di atas 10 tahun kurungan penjara," jelasnya.(agp/lim)



Kamis, 14 Nov 2019

FAKTA Tahun 2015 BPJS Haram

Loading...