Jangkauan Pembeli Lebih Luas | Malang Post

Sabtu, 25 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 15 Des 2019,

Trendhijab_id  yang dibangun Dewi Maria Ulfa  mengalami berbagai dinamika bisnis.
Tiga tahun berlalu gejolak dalam berbisnis pun pernah dirasakan perempuan yang akrab disapa Dewi ini.
Kendala terbesar yang  dihadapinya  yakni kurangnya pengontrolan stok sehingga kerap kehabisan. Pernah juga diprotes karena kualitas yang diterima pelanggan tidak sesuai dengan standar.
"Kalau ada yang komplain karena barang cacat, customer kami minta untuk mengembalikan barangnya dan akan kami kirim lagi dengan kualitas sesuai standar," ujar Dewi.
Dikatakannya dalam proses produksi dengan jumlah yang terbilang besar yakni kisaran 800-1000 pcs, pasti ada saja barang yang kelewat kontrol. Misalnya saja jahitan lepas atau ada lubang kecil pada hijab tersebut tetapi tidak terlihat oleh pantauan mata.
Kesalahan dalam produksi juga pernah dialaminya, bahkan baru dua bulan lalu. Yakni hijab yang biasanya berukuran 115 cm, tetapi saat pemotongan ukurannya 100 cm sehingga tidak bisa digunakan. Apesnya ukuran yang salah tersebut sebanyak tujuh rol atau setara dengan kurang lebih 350 pcs hijab.
"Karena ada karyawan baru di Trendhijab_id sehingga ada kesalahpahaman. Kemudian saya beritahu yang bersangkutan untuk lebih baik kedepannya, tidak dimarahi karena memang masih karyawan baru," jelas perempuan berhijab ini.
Ia melanjutkan dengan menjual produk secara online jangkauan customer akan lebih banyak dan bisa dari berbagai penjuru Indonesia. Khususnya Shopee dengan lebih dari 50 juta pengguna tentu sangat memberikan dampak terhadap penjualan trendhijab_id.
Sementara itu, owner Apelicious id, Noor Lisa Amalia mengaku bisnis online yang ditekuninya tak serumit yang dibayangkan. Lisa menjelaskan tenggelamnya pelaku bisnis dengan cepat menurutnya dikarenakan pelaku bisnis tidak sabar.
“Saya sejak tahun  2017 mulai merintis, tapi 2018 saya seriusi. Memang diawal kan belum dikenal dan susah menarik pelanggan. Tapi lama-lama ada kalau memang serius, terutama dalam promosi. Harus ada konsistensi,” jelasnya.
Menurut Lisa, platform media sosial yang sudah beragam macamnya merupakan bentuk keuntungan besar bagi pebisnis online. Hal inilah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku bisnis. Konsisten dalam menjaga kualitas produk kemudian promosi tak kenal lelah menjadi kunci.
Lisa menerangkan, berbisnis online apalagi jika yang dijual makanan tentunya tidaklah mudah. Karena orang akan lebih suka berbelanja barang di online daripada makanan. Karena ada kekhawatiran rasa dan masa kedaluarsa dan sebagainya.
“Tetapi konsisten saja. Packaging harus baik. Menjamin bahwa makanan tersebut aman dan rasa tetap terjaga. Diberi informasi yang detail dan cari pasar yang tepat. Pelanggan Apelicious Id  tak banyak di Kota Malang, banyaknya malah dari luar daerah,” terangnya.
Ia merasa bisnisnya akan semakin besar dari tahun ke tahun. Sambil tetap mengutamakan kualitas juga membaca ketertarikan pasar lainnya. Jika ada yang tren tentunya Apelicious Id juga akan menawarkan hal yang sesuai tren. Itu salah satu strategi untuk bertahan. (lin/ica/van)

Editor : Vandri
Penulis : Sisca






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...