Jangan Takut Rugi Menjalani Bisnis Online | Malang Post

Senin, 20 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 14 Des 2019,

NAMANYA usaha pasti ada masa sepi dan ramai, ada saatnya di atas dan ada saatnya di bawah. Karenanya jangan takut rugi ataupun jatuh, harus tetap semangat. Pesan inilah yang disampaikan Rina Nurdiansari, untuk para millenial yang ingin membuka bisnis usaha atau pemula.
"Orang berjualan pasti tidak selalu ramai. Kadang juga ada rugi dan untung besar. Harus tetap bersyukur dan terus semangat, kalau ingin sukses," ucap Rina kepada Malang Post.
Wanita kelahiran 2 Desember 1985 ini, adalah salah satu pelaku bisnis online yang ada di Kota Malang. Usaha jualan baju berbahan rajut dan jaket yang digelutinya selama sekitar delapan tahun ini, telah membuahkan hasil. Pemasarannya lewat online, membuka  pangsa pasar yang lebih besar lagi, yakni sudah merambah beberapa kota di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Jember, Madiun dan Ponorogo. Bahkan ada juga pembelinya yang dari Jawa Tengah.
"Sebagian besar pembelinya di Malang Raya dan Jawa Timur. Kalau dari Jawa Tengah hanya sekitar 10 persen saja. Rata-rata mahasiswa dan pelajar," ujarnya.
Ibu satu anak ini mengaku, memulai bisnis baju online sejak tahun 2011 lalu. Waktu itu, hanya sebagai sampingan saja. Termasuk belum ready stok, hanya sebagai reseller saja. Yaitu berjualan hanya berdasarkan pesanan.
Karena saat itu, Rina masih bekerja sebagai SPG, baik SPG rokok ataupun produk lainnya. Pesanan online kala itu juga masih mengandalkan pesan BlackBerry Messenger (BBM).
Namun karena diyakini keuntungan bisnis online menjanjikan, pada 2013 Rina mulai serius dengan bisnis ini. Ia berpikir, ketika tetap menjadi SPG, selamanya akan menjadi SPG dan tidak bisa berkembang. Apalagi usia setiap tahun terus bertambah.
Alhasil, upayanya untuk maju menjadi kenyataan. Setelah sempat jatuh bangun, kini Rina bisa menikmati hasilnya. Selain pembelinya semakin banyak dan berkembang di beberapa wilayah, dia juga sudah bisa memiliki toko sendiri di rumahnya.
"Meskipun tokonya tidak besar, tetapi saya bisa ready stok barang. Sehingga sewaktu-waktu pembeli menginginkan model baju sudah tersedia," tutur warga Jalan KH Malik Dalam, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang ini.
Baju berbahan rajut dan jaket yang dipasarkan, adalah baju model kekinian yang selalu menjadi buruan anak muda. Dia mendatangkan langsung dari pabrik yang berpusat di Bandung.
Untuk bisa mendatangkan baju dengan jumlah banyak butuh perjuangan. Karena Rina juga harus meyakinkan produsen pakaian untuk mengirim barang dengan stok banyak. Butuh saling adanya kepercayaan.
"Sebelum mengambil langsung dari Bandung, sebetulnya sudah ada supplier yang mengirim. Tetapi karena permintaan semakin banyak dan membutuhkan stok, akhirnya saya mencoba mencari pabrik melalui internet. Setelah mendapat kontaknya, lalu saya hubungi hingga akhirnya bisa terus dikirim sampai sekarang," bebernya.
Dari kesuksesan bisnis online ini, wanita berusia 34 tahun ini, mengaku hanya bermodal Rp 1,5 juta untuk mendatangkan stok barang. Kini penghasilannya setiap bulannya mencapai jutaan rupiah.
"Kalau pendapatan setiap bulannya, tidak menentu. Karena penjualan pasti ada naik turunnya. Pastinya, dalam sebulan saya bisa menjual baju antara 500 potong sampai 1000 potong pakaian," urainya.
Untuk penjualannya selain online, juga dibantu suaminya pada saat hari Sabtu dan Minggu. Minggu pagi di acara Car Free Day (CFD). "Kalau online bisa di Instagram (gubukbajukuu) dan Shopee (gubukbaju)," katanya.(agp/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Agung






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...