Jangan Ada Denda Lagi

Jumat, 05 Juni 2020

  Mengikuti :


Jangan Ada Denda Lagi

Senin, 06 Apr 2020, Dibaca : 2559 Kali

MALANG – Arema FC baru saja mendapatkan denda sebesar Rp 100 juta dan setengah di antaranya  diberikan karena ulah suporter yang melakukan pelemparan ke lapangan. Sekalipun demikian, Panpel Arema FC menganggap Aremania sudah menunjukkan progres yang positif, terlepas dari pelanggaran disiplin yang berujung pada sanksi Komisi Disiplin PSSI, Kamis (02/04) lalu. Panpel pun berharap di laga-laga selanjutnya terus ada progres yang lebih baik yang ditunjukkan suporter sehingga tak ada lagi sanksi denda diterima tim Singo Edan.


Penilaian tersebut disampaikan Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris. Menurut dia, attitude yang ditunjukkan di laga home perdana lalu sudah sangat baik.
 "Cara teman-teman Aremania sudah luar biasa. Meski tim kalah secara hasil akhir, tidak ada tindakan anarkis berlebihan," katanya.  


Denda yang didapatkan tersebut berlaku ketika pertandingan home melawan Persib Bandung, 8 Maret 2020.  Arema FC harus menanggung denda Rp 50 juta setelah adanya lemparan botol air minum yang terjadi pada laga home pertama di Liga 1 musim 2020 tersebut.
“Berdasarkan catatan kami, sudah tidak ada lagi nyanyian rasis (ujaran kebencian) dari suporter. Tidak ada bentuk pelanggaran yang bisa merusak nama baik Aremania sendiri,” beber dia.


Haris pun mengapresiasi hal tersebut.  Sekecil apapun, menurut dia ada perkembangan positif dari suporter. Apalagi, laga tersebut merupakan pertandingan pertama di kandang dan melawan Persib Bandung. Tentunya, gengsi untuk memenangkan pertandingan sejatinya sangat tinggi.
“Semoga ini berlanjut di laga-laga     home selanjutnya,” tambah dia.


 Jika kompetisi kembali dilanjutkan, maka masih ada 16 laga home lagi di Kanjuruhan untuk membuktikan kualitas benar-benar lebih baik.
"Atas sanksi ini, kami akan terus belajar dan belajar. Jangan ada denda lagi.  Tapi secara keseluruhan, saya berterima kasih kepada Aremania," tandasnya. (ley)

 

 

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Redaksi