Jambret Bersenjata Badik Ditembak | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 10 Des 2019,

MALANG – Tak hanya maling motor, pelaku tindak kejahatan penjambretan bersenjata pun dillumpuhkan oleh Satreskrim Polresta Makota. Muhammad Redy Zanuar, 24, warga Desa Sumber Kradenan Kecamatan Pakis, ditembak di betis kanannya saat melawan petugas yang melakukan penggerebekan di rumahnya pada Minggu (8/12).
Dua komplotan Redy, yaitu Muhammad Syahahdi,21, dan Muhammad Riski, 18, keduanya juga warga Sumber Kradenan Kecamatan Pakis ikut diboyong ke Mapolresta Malang Kota untuk mempertanggungjawabkan tindak kejahatannya. Kapolresta Makota AKBP Leonardus Simarmata menjelaskan, mereka bertiga adalah komplotan jambret yang sempat beraksi di Jalan Veteran, gerbang UB pada 24 November 2019.
“Korban pria, inisial RA, bersama teman wanitanya, sedang duduk-duduk di kursi taman trotoar Jalan Veteran dekat gerbang UB. Mereka lalu didatangi oleh tiga tersangka yang langsung menodongkan senjata tajam berupa badik. Mereka meminta handphone serta tas,” ujar Leo kepada wartawan di markas polisi Jalan JA Suprapto, Selasa siang.
Saat Redy menodongkan pisau, Riski dan Syahahdi merampas tas dan handphone milik korban dan mengancam kedua korban agar tidak berteriak meminta tolong. Saat perampasan ini terjadi, korban melawan. Redy langsung mengayunkan pisau ke arah korban, tapi ditangkis dengan tangan kiri.
Pisau itu menancap di pergelangan tangan korban. Redy berupaya menarik pisau tapi ditahan oleh korban. Karena sentakan keras, pisau lepas dan mengenai tangan kanan korban. Setelah itu, Redy langsung menyabetkan pisau ke arah wajah korban. Sehingga, pelipis serta hidung korban mengalami luka.
Usai melakukan kekerasan ini, tiga tersangka kabur dengan handphone Oppo dan tas. Paska kejadian, korban melapor kepada Polresta Makota, dan dilakukan penyelidikan. Hasilnya, mereka bertiga, bersembunyi di rumah Sumber Kradenan. Petugas pun langsung menggerebek dan melakukan penangkapan. Tapi, dalam proses penangkapan, tersangka Redy berupaya melawan petugas.
Dia langsung ditembak di kaki oleh polisi, sebelum diboyong ke Mapolresta bersama dua tersangka lain. “Tindakan tegas terukur dilakukan karena tersangka MRZ berupaya melawan petugas saat ditangkap. Menurut pengakuan, mereka baru satu kali beraksi. Tapi, kami tidak bisa percaya begitu saja, harus ada pendalaman lagi, karena ada dugaan lebih dari satu TKP,” tambah Leo.
Tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun penjara.(fin/lim)

Editor : Halim
Penulis : Fino





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...