MalangPost - Jalan Rusak, Warga Tanami Pisang

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Jalan Rusak, Warga Tanami Pisang

Jumat, 05 Jun 2020, Dibaca : 1986 Kali

MALANG – Warga Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis menanami badan jalan dengan pohon pisang. Ada dua pohon yang ditanam dengan jarak sekitar 100 meter. Aksi tanam pohon tersebut sebagai bentuk protes warga karena kondisi jalan yang rusak parah.
Mohammad Ilham, salah satu warga mengatakan kalau pohon pisang ditanam di bahu jalan sebagai penanda dan menutup lubang di badan jalan. “Sekaligus bentuk protes warga, karena jalan rusak tidak kunjung diperbaiki,” ujarnya.


Menurutnya, kondisi Jalan Sekarpuro yang rusak sudah terjadi sejak lama. Bahkan semakin parah saat musim hujan turun. Aspal yang melapisi jalan tidak hanya mengelupas, tetapi juga  berlubang.
“Awal lubangnya kecil, tetapi karena sering terkena hujan dan tidak kunjung ditambal, semakin lebar dan dalam,’’ tuturnya.
Ia mengaku, sudah melaporkan kondisi jalan ini ke Kecamatan Pakis, dengan harapan cepat ditindaklanjuti. Namun sampai dengan kemarin belum ada respon apapun. “Kami tahu sekarang sedang Pandemi Covid-19, tetapi jalan inimasuk kategori fasilitas umum dan seharusnya diperhatikan,’’ tambahnya.


Apalagi sebelumnya Bupati Malang Drs. H. M Sanusi mengatakan untuk fasilitas umum tetap diprioritaskan, meskipun ada rasionalisasi anggaran. “Jalan Sekarpuro ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Pakis dan Kota Malang. Sekaligus  juga jalur wisata ke Bromo dan dekat engan pintu tol,’’ tandasnya.


Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Suwignyo mengatakan, sudah mendapatkan laporan terkait dengan kondisi Jalan Sekarpuro. Bahkan sejatinya tahun ini akan diperbaiki.
“Tetapi beberapa waktu lalu kami terkena rasionalisasi anggaran. Termasuk anggaran pemeliharaan jalan juga terimbas, salah satunya Jalan Sekarpuro ini,’’ katanya. Namun demikian bukan berarti tidak ada perhatian. Dinas PU Bina Marga terus mencari cara sehingga pemeliharaan tetap berjalan.(ira/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Ira Ravika