Malang Post - Jalan 10 Kilometer, Pungut Sampah Tiga Ton

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Jalan 10 Kilometer, Pungut Sampah Tiga Ton

Kamis, 23 Jan 2020

SAPU SAMPAH: Anggota RCL bersama Tim Reaksi Cepat dan penyapu sampah menyempatkan diri berpose di sela-sela perjalanan memungut sampah dari Desa Tulungrejo menuju Sumberbrantas Kota Batu. 

Aksi RCL dan Tim Bersihkan Sampah di Jalur Sepi
RELAWAN Cinta Lingkungan (RCL) bersama Tim Reaksi Cepat dan penyapu sampah Kota Batu memiliki cara tersendiri membersihkan sampah di kota wisata. Sebanyak 30 orang dari berbagai elemen tersebut berjalan sekitar 10 kilometer memungut sampah di sisi utara Kota Batu, kemarin. 
Sepanjang 10 kilometer tersebut merupakan jalan menanjak karena mereka start di Translok Desa Tulungrejo dan berakhir di Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji. Perjalanan memungut sampah itu harus dilalui sekitar empat jam. 
‘’Kami start pukul 08.00 dan selesai 12.00,’’ ungkap Rudi Eko Prasetyo, Ketua RCL Kota Batu kepada Malang Post. 
Dari perjalanan empat jam memungut sampah tersebut, kata dia, timnya berhasil mengumpulkan tiga ton sampah atau dua pikap. Sebagian besar sampah  tersebut adalah botol atau plastik. Sampah itu langsung diangkut menggunakan pikap dan dibawa ke TPA Tlekung. 
Dia menjelaskan, sasaran perjalanan memungut sampah adalah pinggir jalan. Tim tersebut memilih sektor utara atau pinggiran kota karena tidak ada penyapu sampah secara khusus. Penyapu sampah biasanya hanya beroperasi di pusat Kota Batu, kawasan alun-alaun atau jalan utama di pusat kota. 
‘’Pinggiran kota, seperti jalur Tulungrejo hingga Sumberbrantas tidak pada petugas khusus atau penyapu jalan. Makanya sampah menumpuk dan kami membersihkan tumpukan sampah itu. Dalam perjalanan empat jam memungut sampah, tiga ton terkumpul,’’ kata Ngowos, sapaan akrabnya. 
Sasaran utama sampah, kata dia, berada di pinggir jalan alternatif Kota Batu menuju Mojokerto ini. Jalur tersebut biasa digunakan pengguna jalan untuk membuang sampah. Mereka tidak sadar, setelah menghabiskan makanan dalam mobil, langsung membuang sampah di pinggir jalan. 
‘’Makanya sampah didominasi jenis plastik. Itu bisa kresek bekas, botol minuman atau kresek yang di dalamnya masih penuh sampah,’’ terang dia. 
Menurutnya, mereka ingin memberikan kesadaran kepada warga atau wisatawan pengguna jalan dengan aksi tersebut. Jalan bukanlah tempat sampah sehingga mereka tidak boleh seenaknya membuang sampah ketika melakukan perjalanan. ‘’Kami ingin, warga atau wisatawan pengguna jalan menyimpan sampahnya dan nanti dibuang di tempat sampah yang tersedia,’’ tegas dia sembari menyebutkan sudah mendapatkan dukungan penuh DLH dalam aksi tersebut . (eri/feb)

Editor : febri
Penulis : kerisdianato

  Berita Lainnya





Loading...