Jahit Busana Tempe, Mahasiswa UM Pecahkan Rekor MURI

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 10 Okt 2019, dibaca : 540 , rosi, asa

UNIK: Peragaan kostum keripik tempe oleh mahasiswa Teknologi Industri UM pecahkan Rekor MURI Dunia.

MALANG- Inovatif! Kolaborasi mahasiswa Tata Busana dan tata Boga UM berhasil membuat baju berbahan tempe. Kostum tersebut berhasil pecahkan Rekor MURI Dunia. Kemarin, peragaan kostum keripik tempe mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang (UM) menggunakan 150 kg atau sekitar 12.000-an keping keripik tempe. Total keripik tempe tersebut digunakan untuk enam belas kostum yang diperagakan langsung oleh para mahasiswi Jurusan Teknologi Industri UM, di Graha Cakrawala, Kamis (10/9).
"Peragaan busana keripik tempe ini resmi tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia," pungkas Eksekutif Manajer MURI Sri Widayati.
Ketua Panitia pemecahan rekor peragaan kostum tempe, Agus Sunandar, menyampaikan bahwa keripik tempe sengaja dipilih sebagai salah satu kuliner khas ikonik Kota Malang yang layak untuk dijadikan sebagai karya inovasi. Selain itu, pihaknya ingin mengolaborasikan dua Program Stuudi (Prodi)yang terdapat pada Jurusan Teknologi Industri yakni Prodi Tata Busana dan Tata Boga.
"Karena keripik tempe merupakan kuliner khas Malang, kebetulan juga kita kolaborasikan dua antara Prodi Tata Boga dan Tata Busana. Jadi keripik tempenya olahan dari Prodi Tata Boga sedang desain lanjutannya pada Prodi Tata Busana," jelasnya.
Upaya tersebut tentu mengalami kendala, utamanya adalah pada perangkaian keripik tempe dengan benang. Mengingat keripik sendiri merupakan makanan yang sangat mudah rapuh. Namun tantangan tersebut berhasil dilalui dengan sejumlah rangkaian percobaan.
"Kesulitan utama itu keripik tempe kan berminyak, jadi menyatukan menggunakan jarum dan benang susah. Tapi itu dilakukan bergantian dengan teman sekelas," kata mahasiswa salah satu model peraga kostum keripik tempe, Nayla Adiba.
Sementara itu, proyek pembuatan kostum keripik tempe sendiri dilakukan oleh setiap kelas pada Prodi Tata Busana angkatan tahun 2019. Proyek mereka tersebut juga sekaligus menjadi salah satu pemenuhan kriteria sejumlah mata kuliah. Yakni mulai dari mata kuliah pola hingga mata kuliah seni rupa. (asa/oci)



Loading...