Malang Post - Jaga Lingkungan, 23 Tahun Kayadi Tanam Ribuan Pohon

Minggu, 05 April 2020

  Mengikuti :


Jaga Lingkungan, 23 Tahun Kayadi Tanam Ribuan Pohon

Sabtu, 16 Nov 2019

BATU - Pahlawan lingkungan patut disematkan kepada Kariyadi, warga asal Jalan Imam Bonjol gang 3 RT 02 RW 01 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Ia telah mendedikasikan hidupnya selama 23 tahun untuk menanam ribuan pohon di penjuru Kota Batu.
Karyadi (70 tahun), namun di usia senjanya dia tetap menebarkan optimisme yang terus memancar dari dirinya untuk menjaga lingkungan agar tetap ijo royo-royo. Semangat untuk menjaga lingkungan di Kota Batu ia lakukan agar bersih, nyaman, dan sejuk. Ia mendedikasikan dirinya menjaga lingkungan dengan menanam. Bahkan menjadi contoh bagi generasi muda dan organisasi pecinta lingkungan di Kota Batu.
"Bulan Juli 1972 awal mula saya menanam pohon. Tepatnya di lereng Gunung Panderman. Waktu itu saya menanam bersama lima orang teman sebanyak 72 batang dengan jenis tanaman akasia dan eukaliptus," ujar Karyadi kepada Malang Post.
Lebih lanjut ia menerangkan, dirinya menanam pohon karena kecintaan pada alam dan aktivitasnya saat masih sekolah di Taman Siswa sering ke hutan. "Kalau boleh dibilang apa yang saya lakukan ini panggilan jiwa," imbuhnya sembari tersenyum.
Seiring berjalannya waktu, laki-laki yang aktif di organiasasi Pemuda Pelajar Taman Siswa (PPTS) ini, menanam pohon randu di Jalan Raya Tlekung dan Sultan Agung Kota Batu. Saat ini pohon-pohon tersebut sudah berdiri kokoh dan menjadi jantung kota.
Dengan aktifitas menjaga lingkungan itu, ia sadar bahwa tak bisa melakukan sendirian dengan teman-temannya. Tahun 2007, ia mendirikan organisasi lingkungan yang dinamainya Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan (FKMPL).
"Dengan berdirinya organisasi lingkungan tertua di Kota Batu ini penanaman pohon pertama wilayah Desa Oro-Oro Ombo sebanyak 142 batang. Namun sayang pohon yang ditanamnya banyak yang dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab," bebernya.
Di tahun 2009, aksi tanam pohon terus dilakukannya, yakni dengan penanaman lagi jalur Batu sampai Tlekung kerja bareng bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kemduian berlanjut pada tahun 2011 menanam pohon mulai dari Areng-Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo sampai Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Meliputi Proliman Junrejo - Gangsiran, Tlekung - Jalan Sultan Agung - Jalan Suropati - Jalan Indra Giri - Singgoriti, Kecamatan Batu juga bersama DLH.
"Kurang lebih itulah ceritanya. Kalau dihitung berapa pohon yang sudah ditanam ya ribuan sampai saat ini. Pohon-pohon besar di Jalan Dewi Sartika misalnya adalah hasil dari kami menanam," paparnya.
Serta ada sekitar 1900-an pohon disepanjang kanan kiri jalan (Kakija) pada tahun 2014. Ia bersama bersama seekitar 90 orang menghabiskan waktu empat hari menanam pohon di sepanjang jalan di Kota Batu.
Setiap kegiatan menanam bersama FKMPL, ia juga melibatkan instansi pemerintahan, baik BPBD, Cipta Karya DPUPR, DLH, serta TNI dan Polri.  Tak hanya menanam ia bersama organisasinya juga merawat dan membesarkan. Serta melakukan bibit-bibit penghasil oksigen yang ditanam merupakan hasil dari swadaya FKMPL.
"Kami menyiapkan bibit sendiri dan semuanya swadaya dari FKMPL. Meski sebagian juga ambil dari daerah lain seperti nangka merah ambil dari Padang Sumatra Barat, mahoni dari Salatiga, ketapang dan kenari ambil dari NTB," bebernya.
Disinggung soal tantanganya, menurutnya cukup banyak. Seperti orang-orang tak bertanggung jawab karena merusak pohon yang baru saja ditanam.
"Untuk dana selama ini kami tidak pernah minta-minta. Anggaran 100 persen swadaya dari anggota. Sejak tahun 1990-an sekitar Rp 90 juta uang dari anggota yang digunakan untuk menanam," beber laki-laki yang menginisiasi berdirinya Kelompok Masyarakat Pecinta Pelestari Hutan (KMPPH) di Coban Talun tahun 2011 ini.
Bagi karyadi untuk oeprasional organisasi FKMPL dan penanaman pohon, dirinya menjual limbah barang bekas. Selain itu dari kantong individu anggotanya.  Saat ini, FKMPL merupakan organisasi yang masih eksis. Meski hanya tersisa tujuh anggota dari 51 anggota. Karena banyak anggotanya yang juga pahlawan lingkungan sudah tutup usia. (eri/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...