MalangPost | Jaga Komunikasi

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Jaga Komunikasi

Minggu, 05 Apr 2020, Dibaca : 2388 Kali

MALANG – Tim Arema FC boleh saja menjalani liburan sampai awal Mei 2020 mendatang. Akan tetapi, tim pelatih Singo Edan itu tetap meminta pemain untuk menjaga kondisi fisik. Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan di grup WhatsApp pemain, termasuk jaringan pribadi pelatih ke pemain.
"Kami tetap komunikasi biasa untuk diskusi sewaktu-waktu melalui grup pemain. Sementara selama libur ini sudah tidak ada program online dari tim pelatih," kata Asisten Pelatih Arema FC, Charis Yulianto.


Dia mengatakan, libur kompetisi bukan berarti lepas dari kegiatan sepak bola. Terlebih saat ini Hendro Siswanto dkk masih terikat kontrak dengan Arema FC dan wajib menjaga kondisi sewaktu-waktu Liga 1 2020 digelar mereka pun dalam fisik yang tidak terlalu drop.
Charis pun selalu mengingatkan pemainnya agar tidak istirahat total selama kompetisi ditangguhkan. Pasalnya, bila pemain tak menjaga kondisi, yang mengalami kerugian tentu sang pemain sendiri.
“Nanti berat ketika memulai latihan lagi jika tidak konsisten menjaga kondisi. Kami saya sampaikan ke pemain, jangan istirahat total. Semua pemain tetap aktif berlatih individu, usahakan dalam seminggu ada aktivitas. Syukur-syukur bisa meneruskan program yang kami berikan," terang Charis.


Sebelumnya, Charis menyampaikan mengenai jadwal Arema FC kembali memulai latihan. Dalam rencana jadwal saat ini, anak asuh Mario Gomez itu dijadwalkan berlatih 5 Mei 2020. Akan tetapi, dia menyebutkan masih melihat kondisi terbaru di Malang Raya dalam menghadapi wabah virus Corona.


Saat ini, kondisi di Malang terhitung belum aman dan masuk wilayah red zone karena terdapat warga yang positif Covid-19. Pemerintah daerah pun sudah memberikan kebijakan menutup banyak area publik, termasuk lapangan sepak bola hingga lapangan futsal tempat biasa Arema berlatih. Tentu saja, selain pertimbangan keamanan, Arema FC juga mempertimbangkan ketersediaan tempat latihan tersebut. (ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Redaksi