Jadwal Razia STNK Tersebar | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 29 Jan 2020,

SEBUAH pesan yang menginformasikan terkait dengan razia Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan beredar digrup media sosial beberapa hari terakhir. Digrup WA, Paguyupan Green Pakis Regency, pesan razia STNK beredar sejak Selasa (28/1) dikirimkan oleh salah satu anggota grup.

Dalam pesan itu dituliskan, sasarannya adalah motor dan mobil. Tidak ada keterangan tanggal dalam pesan tersebut. Namun dalam pesan disebutkan razia dilakukan mulai besok oleh Pemda, Dishub bekerjasama dengan Polri.
Dalam pesan ini juga dituliskan, bahwa masih banyak kendaraan yang telat membayar pajak kendaraan. Bahkan ratusan ribu kendaraan masih menggunakan plat nomor lama.
Dan dalam pesan itu juga disebutkan, bahwa kendaraan yang tidak membayar pajak selama tiga tahun langsung dikandangkan alias diamankan, serta membayar derek. Begini salah satu petikan pesan yang beredar tersebut.
'Razia STNK Dimulai Besok,  Jadwalnya:
Pemda, Dishub kerja sama dengan Polri menggelar rajia pajak STNK mobil & motor.
Bagi kendaraan yang telat bayar pajak. Berdasarkan data, ada ratusan ribu motor dan mobil yang belum bayar pajak yang masih menggunakan pelat lama. Bagi kendaraan yang telat bayar pajak 3 tahun atau lebih akan langsung dikandangin. Dan bayar derek serta bayar parkir SEHARI Rp 400 ribu'
Sementara meskipun tidak mencantumkan tanggal, pesan yang beredar itu dengan jelas mencantumkan jam untuk pelaksanaan razia. Yaitu pagi jam 10:00-12:00,  siang dari jam 15:00-17:00, malam dari jam 22:00-24:00 dilanjutkan kembali dari Jam 03:00-05:00 wib. Dalam pesan itu juga disebutkan razia digelar di seluruh Indonesia
Sementara itu Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Marhaeni saat dikonfirmasi mengatakan berita tersebut tidak benar alias hoax. "Itu berita lama, setiap tahun selalu keluar. Dan tidak ada razia seperti yang diinformasikan iti," katanya.
Terlebih Ni Made Marhaeni menjelaskan, tertulis adanya pengamanan kendaraan karena tak membayar pajak tiga tahun langsung dikandangkan. "Kalau disanksi iya. Tapi tidak dibawa," katanya.
Apalagi menurut Eni juga ada denda Rp 400 ribu. "Sudahlah itu pesan hoax, tidak perlu dipercaya. Hanya saja kepada pengendara kendaraan, memang wajib untuk melengkapi surat-surat kendaraan saat berkendara, dan selalu mentaati rambu-rambu lalulintas.
"Mari kita bersikap cerdas untuk setiap informasi masuk. Jangan menyebarluaskan berita yang belum tentu benar. Dan untuk pengendara kendaraan, tetap melengkapi surat-surat serta tertib berlalulintas," tandas Eni. (ira/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Ira Ravika



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...