Jadi Bupati 17 Bulan, Sanusi Prioritaskan Pendidikan | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 16 Sep 2019, dibaca : 477 , udi, ira

Senin (16/9) merupakan hari terakhir H M Sanusi menjabat sebagai Plt Bupati Malang. Dan, pada Selasa (17/9), Sanusi dilantik menjadi Bupati Malang. Pria kelahiran Malang, 20 Mei 1960 ini rencananya dilantik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Sanusi akan menjabat sebagai Bupati Malang sisa masa jabatan tahun 2019 - 2021 atau selama 17 bulan ke depan, hingga Febuari 2021 mendatang. Tugas berat diemban Sanusi dalam kurun waktu tersebut.
Namun, bapak 4 anak ini mengaku siap. Dia meminta doa dan restu  kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang, agar dapat menjalankan amanah dengan baik. Tidak sekadar mengabdi pada negara, tapi mantan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Malang ini juga berharap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan profesinal dalam melaksanakan tugasnya.
"Untuk progran kerja, kami melanjutkan yang sudah direncanakan. Program kerja sesuai visi dan misi Madep Manteb Manetep. Yaitu mengentaskan kemiskinan, mengoptimalkan potensi sektor  pariwisata dan memperkuat daya dukung  kelestarian lingkungan Hidup," katanya.
Dari tiga program prioritas tersebut, Sanusi menyebutkan ada program mendasar yang paling prioritas, yaitu sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor ekonomi, infrastruktur, dan keamanan.
"Untuk sektor pendidikan, saat ini sudah jalan. Diantaranya, Pemkab Malang membantu Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk siswa SD dan SMP. Dana untuk Bosda ini masuk PAK APBD tahun 2019. Insyaallah, bulan ini sudah berjalan," kata mantan anggota DPRD Kabupaten Malang dari FKB ini.
Dia menyebutkan masing-masing siswa SD dan SMP mendapatkan Bosda dari Kabupaten Malang Rp 25 ribu per bulan. "Bantuan itu tidak sekadar membantu operasional, tapi juga merangsang sekolah dan siswa untuk meningkatkan mutu pendidikan," tambah Sanusi.
Sanusi memiliki target, seluruh sekolah di Kabupaten Malang baik tingkat SD maupun SMP mendapatkan nilai 9. "Sudah ada sekolah yang mendapatkan angka rata-rata 9,7. Itu ada di sekolah pinggiran, dan itu luar biasa. Dengan dukungan bantuan tersebut, harapan kami kualitas pendidikan di Kabupaten Malang terus meningkat," urai mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini. "Bosda tidak hanya tahun ini saja. Tapi tahun depan juga," tambah Sanusi.
Pada 2020 mendatang, Bosda tidak hanya diberikan kepada siswa SD dan SMP saja. Tapi mulai dari siswa di Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), TK, SD, MI, SMP dan MTs. Tidak hanya untuk siswa dari sekolah negeri, tapi juga swasta.
"Tahun 2020  kami usulkan Bosda untuk siswa Paud Rp 15 ribu per bulan, siswa TK Rp 20 ribu per bulan, SD Rp 40 ribu per bulan dan Rp 75 ribu persiswa per bulan," ujar mantan Sekretaris KUD Gondanglegi periode tahun 1990-2000.
Saat ini, kata Sanusi, pihaknya sedang melakukan pendataan. Tapi yang jelas, untuk memenuhi bantuan tersebut pihaknya menggelontorkan anggaran Rp 150 M, yang diusulkan pada APBD 2020 mendatang. "Kami berharap, dengan adanya bantuan, siswa semakin giat belajar. Guru juga demikian, ada bantuan program belajar untuk meningkatkan SDM. Sehingga target kami mewujudkan sekolah berkualitas dengan mutu pendidikan meningkat dapat terwujud," tegasnyanya. (ira/udi)



Minggu, 01 Des 2019

Kantong Darah Terinfeksi HIV/AIDS

Minggu, 01 Des 2019

Jangan Diskriminasi ODHA

Loading...