Jabat Erat Damai Wali Kota Malang dengan Bupati Puncak Papua | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 23 Agu 2019, dibaca : 739 , Muhaimin, Hari

PADANG - Tanah Minang,  Kota Padang seakan menjadi saksi pesan damai antara bumi Arema Kota Malang dengan bumi Cendrawasih,  Papua. Hal itu terwujud dengan bertemunya Wali Kota Malang Sutiaji dengan Bupati Puncak Papua, Willem Wandik pada acara awarding Kepala Daerah Inovatif yang digelar Sindo di kota Padang, Kamis (22/8) kemarin. Pertemuan itu menjadi oase kedamaian di tengah tengah riuh "masalah" Papua.
Dengan kebesaran hati,  Wali Kota Malang Sutiaji atas nama warga Kota Malang menyampaikan permohonan maaf atas perkembangan yang terjadi.  
"Perlu saya sampaikan kepada Pak Bupati (kabupaten Puncak Papua), bahwa Pemkot beserta jajaran aparat keamanan dan juga masyarakat Kota Malang menjamin kenyamanan,  keberlangsungan dan keamanan warga Papua yang ada di kota Malang,  baik itu untuk menempuh pendidikan maupun beraktifitas lainnya. Sampai saat ini, tidak kurang 1000 lebih putra putri Papua yang menempuh pendidikan di Kota Malang,” kata Sutiaji.
Menurutnya, selama ini berlangsung dengan penuh damai dan lancar.  Aksi yang terjadi pada Kamis, (15/8) lalu, merupakan ujian kebangsaan.
“Kita semua dan tentu akan menjadi koreksi bersama untuk kita menjadi semakin dewasa," tutur Pak Aji,  demikian Wali Kota Malang akrab disapa.
Dia juga mengatakan, generasi muda Papua yang kuliah di Malang adalah yang terbaik. Dia berharap semua bisa lulus dengan baik dan ikut membangun bangsa. Ia yakin, persatuan Indonesia adalah sebuah ke-Bhinekaan sebuah keniscayaan. Semua saling mengisi dan menguatkan.
"Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Papua, tidak ada Indonesia kalau tidak ada Malang. Bersama-sama kita menjadi Indonesia," tegasnya.
Gayung bersambut, Bupati Puncak Papua, Willem Wandik  dalam pesannya menegaskan, apa yang terjadi adalah dinamika yang harus dilalui. "Mungkin harus begitu,  karena kalau ini tidak muncul,  bisa bisa menjadi bola salju dan terus membesar di masa depan dan itu risikonya lebih besar.  Ini akan mematangkan kita,  meski harus dipahami bahwa sesungguhnya ada pihak-pihak yang memang tidak menginginkan keutuhan bangsa kita. Oleh karenanya, mari kita hentikan saling menyalahkan,  kita satu tekad menata ke depan yang lebih baik, " tegas Willem Wandik.
Diutarakan pula oleh Bupati Willem, salah satu putra kandungnya saat ini sedang menempuh pendidikan di SMAK Cor Yesu Malang. "Selama ini dan cerita putra saya,  juga baik-baik saja menempuh pendidikan di Kota Malang,” ungkapnya.
Pertemuan Wali Kota Malang dengan Bupati Puncak Papua menjadi momen spesial dan mendapatkan aplaus dari kepala daerah serta Kementerian yang hadir. Plt.  Dirjen Otoda,  Akmal Malik Piliang mengungkapkan rasa suprise.  "Tak mengira dan menduga,  saat kami di Jakarta,  di mana para Menteri diminta untuk tetap tinggal termasuk Pak Mendagri,  karena suasana "hangat" bangsa kita,  disini kita diperlihatkan fakta sesungguhnya kerukunan antara Papua dan Kota Malang, " ungkap Akmal. (aim/hms/*)



Minggu, 15 Des 2019

Jangkauan Pembeli Lebih Luas

Loading...