Iuran Tidak Naik, BP Jamsostek Tambah Manfaat JKK dan JKM | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 02 Jan 2020,

MALANG – Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Malang, Cahyaning Indriasari memastikan tidak ada kenaikan iuran peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena masih ada peserta atau pengusaha yang menyangka jika iuran BPJS Ketenagakerjaan ada kenaikan iuaran seperti BPJS Kesehatan.
Malah kata Cahyaning Indriasari, peserta BP Jamsostek mendapatkan peningkatan manfaat atas  Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Jaminan Kematian (JKM). Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 82 Tahun 2019, tentang Perubahan PP No 44 Tahun 2015, yang mengatur Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
“Kami tidak ada kenaikan iuran, malah justru kami memberikan peningkatan manfaat kepada peserta BP Jamsostek atas JKK dan JKM. Jadi yang naik di kami itu manfaatnya bukan iurannya,” kata Cahyaning Indriasari kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, peningkatan manfaat  ini akan sangat membantu meringankan beban pekerja dan keluarganya yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian. Peningkatan manfaat JKK dan JKM dijelaskannya g sangat signifikan. Dia mencontohkan, total santunan JKM dari Rp 24 juta naik menjadi Rp 42 juta. Bantuan beasiswa untuk JKK dan JKM, dari untuk 1 orang anak ahli waris senilai total Rp 12 juta, menjadi untuk 2 orang anak ahli waris, untuk bantuan pendidikan sejak TK sampai perguruan tinggi senilai maksimal Rp 174 juta.
“Ada juga perubahan santunan uang penggantian biaya transportasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja. Jika transportasi darat sebelumnya maksimal Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta, transportasi laut dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Sedangkan transportasi udara dari maksimal  Rp 2,5 juta menjadi Rp 10 juta,” terangnya.
Selain itu, perawatan di rumah atau home care bagi peserta (tenaga kerja ) yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit dilakukan sampai sembuh.
“Di dalam perluasan manfaat JKK, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja akan ditanggung biaya perawatan dan pengobatannya sampai sembuh berapapun biayanya sesuai dengan kebutuhan medis. Penambahan manfaat JKK pada perubahan PP 44 Tahun 2015 salah satunya perawatan di rumah alias homecare,” jelasnya.
Kemudian, santunan sementara bagi pekerja yang tidak mampu bekerja karena kecelakaan kerja. Khususnya santunan enam bulan kedua yang sebelumnya sebesar 75 persen dari upah, diubah menjadi 100 persen dari upah untuk 12 bulan. Santunan 50 persen pada tahun berikutnya sampai dinyatakan meninggal atau cacat.
“ Santunan biaya pemakaman sebesar Rp 3 juta, di PP No 82 diubah menjadi Rp 10 juta,” tambahnya. (aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : mp



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...