IT Percepat Pembangunan Desa | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 03 Sep 2019, dibaca : 1251 , Vandri, Kris

BATU - Gubernur Jatim Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si mengajak para kepala desa (kades) menggunakan Information Technology (IT) untuk memajukan desa. Salah satu contohnya mempercepat perdagangan antardesa.
Khofifah mengatakan hal itu saat membuka rakor Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Provinsi Jawa Timur tahun 2019 di Klub Bunga Butik Resort Kota Batu, Selasa (3/9).
"Pemanfaatan teknologi IT untuk konektivitas informasi antardaerah serta sensitivitas pemanfaatan data di tingkat desa sangat penting. Karena dua hal tersebut untuk menyiapkan desa berdaya," papar Khofifah dalam rakor yang diikuti 408 perwakilan pendamping profesional desa, kepala desa, dan camat di seluruh Jatim.
Ia menjelaskan, konektivitas IT  bisa dimanfaatkan untuk perdagangan antardaerah dari tingkat desa. Khofifah mencontohkan saat terjadi over produksi pertanian di desa atau daerah tertentu, maka bisa memanfaatkan konektivitas IT untuk informasi ke daerah lain.  
Misalnya ketika Kota Batu over produksi cabai, dengan adanya konektivitas antardaerah, maka kelebihan tersebut bisa didistribusikan ke daerah lain yang mengalami kekurangan cabai. Dengan begitu, petani tidak akan merugi akibat over produksi.
"Perlunya konektivitas dengan memanfaatkan teknologi untuk komunikasi ini bisa dilakukan oleh pendamping profesional desa dan kepala desa. Dengan begitu pendamping dan kepala desa mampu mengantarkan ketertinggalan desa," bebernya.
Kemudian pemanfaatan data di tingkat desa juga ditekankan mantan Menteri Sosial (Mensos) ini. Menurut Khofifah sensitivitas ini tak banyak dimiliki oleh pendamping desa dan kepala desa.
Akibatnya kurang sensitivitas, pendamping desa dan kepala desa tak bisa melakukan inovasi terhadap data dinamis di tingkat desa. Sehingga kemiskinan di desa tak bisa dientaskan.
"Data sifatnya bottom up. Karena itu, data yang dinamis itu harus dimanfaatkan kepala desa untuk mengambil keputusan. Misalnya harus berani mengganti mana masyarakat yang sudah tak mendapat bantuan dan mana yang memang membutuhkan," urainya.
Disisi lain, Khofifah mencontohkan Kota Batu  memiliki desa yang mampu mengentaskan kemiskinan. Karena telah memiliki format dalam menyiapkan lapangan kerja bagi masyarakat sesuai potensi di sektor pertanian dan pariwisata.
Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si menambahkan wilayahnya yang memiliki
19 desa dan lima kelurahan memiliki keunikan. Orang nomor satu di Kota Batu ini menyampaikan, karena kotanya yang kecil maka anggaran dana  desa (ADD) dan dana desa (DD) cukup besar. Mulai dari Rp 4 miliar sampai Rp 8 miliar per desa.
"Karenanya dari dana desa yang besar tersebut, pemerintah desa harus benar-benar mengelola
anggaran yang besar. Dengan begitu mampu mengangkat kemiskinan dan menjadi contoh di Jawa Timur," pungkasnya. (eri/van)



Loading...