Malang Post - Israel Bakal Bangun Ribuan Hunian di Yerusalem Timur

Minggu, 29 Maret 2020

  Mengikuti :


Israel Bakal Bangun Ribuan Hunian di Yerusalem Timur

Jumat, 21 Feb 2020

TELUK AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana untuk membangun ribuan rumah baru bagi komunitas Yahudi di Yerusalem timur, daerah yang dicaplok dari Palestina. Proyek ini diumumkan dalam waktu kurang dari dua minggu jelang pemilihan umum Israel.

"Saya punya berita besar hari ini - kami akan menambah 2.200 unit lagu untuk Har Homa," kata Netanyahu dalam sebuah pesan video, kemarin.

Mengutip AFP, Netanyahu mengatakan ia telah menyetujui pembangunan awal untuk proyek tersebut di tengah penolakan dari berbagai negara dunia. Pada pemerintahan Netanyahu sebelumnya, keberadaan komunitas Har Homa kontroversial saat pertama kali dibangun pada 1997. Populasi komunitas Har Homa diperkirakan akan tumbuh dari 40 ribu menjadi 50 ribu seiring dengan pembangunan hunian baru.

Selain mengumumkan rencana pembangunan hunian bagi komunitas Har Homa, Netanyahu juga menyatakan telah setuju untuk membangun pemukiman ribuan rumah di Givat Hamatos. Lokasi tersebut berada di Yerusalem Beit Safat yang sebagian besar merupakan daerah Palestina.

"Pembangunan hunian baru itu mencakup 3.000 rumah untuk komunitas Yahudi dan 1.000 unit untuk warga Arab di Beit Safata," kata Netanyahu.

Proyek pembangunan di Givat Hamatos merupakan sebuah pukulan besar di tengah upaya damai antara Israel dan Palestina. Mengingat keberadaan proyek tersebut bisa mengganggu teritorial antara Betlehem dan Yerusalem timur.

Merunut pada sejarah, Israel merebut kawasan Yerusalem timur dalam Perang Enam Hari di tahun 1967. Sejak saat itu, Israel mencaplok sejumlah kawasan Palestina yang tidak menuai pro kontra dari komunitas internasional.

PBB dan sejumlah negara dunia menganggap pemukiman Yahudi yang berada di Yerusalem timur dn Tepi Barat sebagai proyek ilegal. Netanyahu berusaha untuk mengamankan suara dalam pemilihan umum yang akan berlangsung pada 2 Maret mendatang. (AFP/evn/cnn/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : CNI

  Berita Lainnya





Loading...