Iseng Pegang Pantat, Dua Pemuda Dijebloskan Penjara | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 18 Okt 2019, dibaca : 2007 , halim, ira

MALANG - Yudi Dian Prasetyo alias Yudeng, 24, dan Robi Novian, 22, keduanya warga Dusun Duren Gede RT03 RW03, Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, harus berurusan dengan anggota reskrim Polsek Kromengan. Keduanya ditangkap petugas, Jumat (18/10) lalu, dengan tuduhan melakukan pencabulan terhadap Sri Wahyuni, 30, warga Desa Slorok Kecamatan Kromengan.
Selain dua tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti motor merek Verza nopol L-2904-BX. "Dua tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan. Karena ada dugaan pencabulan tidak hanya dilakukan satu kali," kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.
Informasi yang berhasil dihimpun, perbuatan cabul ini terjadi Kamis (17/10) siang lalu. Semula, korban naik motor Honda Beat berboncengan dengan Sri Wahyuni, adik iparnya. Saat itu korban hendak ke Dusun Sundan Plaosan Kecamatan Wonosari. Sampai di Jalan Karangrejo, Desa Karangrejo Kecamatan Kromengan, mendadak motor yang dikendari korban dan adik iparnya dipepet motor Verza yang dikendarai dua orang tak dikenal.
Khawatir terjadi kecelakaann, korban yang mengemudikan motor mengurangi kecepatan. Sialnya saat motor melaju pelan, dua pelaku justru melakukan tindakan tak senonoh. Kedua pelaku justru memegang pantat dan payudara korban. Usai melakukan perbuatan tidak senonoh, pelaku langsung kabur.  "Pelaku kabur sembari tertawa. Korban sempat mencoba mengejar, namun tidak berhasil," kata salah satu sumber Malang Post.
Perbuatan cabul yang dilakukan pelaku pun membuat korban geram dan tidak terima. Korban pun memilih melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kromengan. Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan tersebut kemudian diketahui identitas pelaku. Dan Kamis malam petugas langsung mendatangi rumah keduanya.
"Saat ditangkap, keduanya mengelak. Tapi demikian, setelah terus didesak, keduanya pun mengakui perbuatannya," kata Ainun.
Dalam keterangannya, pelaku mengaku melakukan perbuatan cabul kali pertama. Mereka juga mengaku, perbuatan itu dilakukan karena iseng. Bahkan mereka juga tidak menyangka jika perbuatan yang dilakukan itu membawa mereka ke dalam jeruji besi.
"Tersangka mengaku menyesali perbuatannya. Namun penyesalan itu tidak menghapuskan hukumannya," kata Ainun yang mengatakan, kedua tersangka dikenakan pasal 289 KUHP dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara.(ira/lim)



Loading...