MalangPost - International Class Program Wadah Generasi Quran Berwawasan Global

Selasa, 11 Agustus 2020

  Mengikuti :

International Class Program Wadah Generasi Quran Berwawasan Global

Kamis, 12 Des 2019, Dibaca : 1620 Kali

MALANG - MI Nurul Huda 1 Malang kembali membuka pendaftaran siswa baru International Class program (ICP) tahun ajaran 2020-201. Pendaftaran dibuka sejak Bulan November 2019 hingga Bulan Januari 2020 mendatang.
ICP MI Nurul Huda 1  dilaunching pada tahun ajaran 2018-2019. Tahun ini merupakan angkatan ketiga.
Kepala MI Nurul Huda 1 Malang, Munir, S.Ag mengatakan, ICP dibuka dengan satu visi mewujudkan peserta didik yang memiliki global insight. Sehingga, lulusan MI Nurul Huda 1 Malang diharapkan menjadi generasi quran yang gemilang dengan wawasan global.
"Tujuan kami menjadikan anak-anak pemimpin masa depan yang berakhlakul Karimah, rajin ibadah, santun, berprestasi dan berwawasan global," ungkapnya.  

Baca juga : Pekan Kewirausahaan MIN 1 Kota Malang, Ala Chef Siswa Adu Terampil Memasak


Dijelaskannya, Program ICP dalam rangka mempersiapkan generasi emas di tahun 2045. Itu artinya 20 sampai 25 tahun yang akan datang lulusan MI Nurul Huda 1 tampil sebagai pelopor kemajuan dan memegang kendali di berbagai bidang strategis untuk kemajuan bangsa dan negara.
MI Nurul Huda 1 merupakan sekolah satu-satunya di Malang Raya yang memiliki ICP. Sebagai satu langkah awal membentuk karakter dan kemampuan akademik yang mumpuni di usia ibtidaiyah.
Program ICP MI Nurul Huda 1 diuji langsung oleh  cambridge assessment international education. Utamanya pada tiga bidang mata pelajaran, yaitu Matematika, Sains dan Bahasa Inggris.
"Satu kali dalam setahun anak-anak ICO mendapat soal dari cambridge, yang hasilnya kami kirimkan lagi kesana untuk dinilai. Berupa soal-soal esai dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari soal reguler," ujar Munir.
Oleh karena itu, siswa ICP saat lulus nanti mendapat dua ijazah. Satu ijazah nasional dan ijazah dari cambridge.
"Kurikulum nasional tetap jalan. Karena kita menjalankan double degree. Maka anak mendapat dua ijazah saat lulus," tandasnya.  
Munir mengungkapkan, tidak ada kriteria khusus untuk menjadi siswa ICP. Hanya saja siswa harus  mengikuti seleksi akademik serta wawancara. Termasuk wawancara dengan orang tua.
Sebab kelas ICP berbeda dengan kelas reguler. Mulai dari porsi pelajaran hingga target-target yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu.
"Maka kita perlu dukungan dan kerjasama dengan orang tua," imbuhnya.
Pendaftaran untuk kelas ICP dibuka hingga akhir bulan depan. Sementara untuk kelas reguler sudah melampaui kuota. Namun pendaftaran tetap dibuka hingga bulan Januari 2020 untuk kemudian dilakukan seleksi kelas ICP.
"Jatah kursi untuk kelas ICP hanya 25 siswa saja," pungkasnya. (imm/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Imam