Instruksi UB dan UM untuk Cegah Penularan Corona, Dosen Dilarang ke Luar Negeri

Jumat, 05 Juni 2020

  Mengikuti :


Instruksi UB dan UM untuk Cegah Penularan Corona, Dosen Dilarang ke Luar Negeri

Selasa, 03 Mar 2020, Dibaca : 1218 Kali

MALANG – Semakin meluasnya penyebaran Virus Corona (Covid-19), membuat sejumlah kampus di Malang memberlakukan larangan bepergian atau dinas ke luar negeri. Larangan tersebut juga disampaikan oleh Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) melalui instruksi secara tertulis.


Melalui surat instruksi yang dilayangkan pada 28 Februari lalu, Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd mengimbau agar seluruh civitas akademika UM untuk menunda atau tidak melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Instruksi ini sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Apabila ada rencana perjalanan dinas yang bersifat penting dan harus dilakukan maka harus mendapat izin rektor.
“Hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan agar seluruh civitas akademika UM terhindar dari Virus Corona,” tulis Prof. Rofi’uddin dalam surat instruksi tentang Penundaan Perjalanan Dinas ke Luar Negeri.


Sementara, Research and Development Office of International  Affairs (OIA) UM, Nabhan F. Choiron, M.A, mengatakan, dengan adanya surat instruksi tersebut banyak agenda atau perjalanan dinas yang terpaksa ditunda untuk sementara waktu.
“Berdasarkan surat instruksi ini untuk penundaan ke luar negeri bukan penarikan, sehingga dosen yang saat ini bertugas ke luar negeri seperti Eropa, New Zealand atau negara lainnya selain China tetap berada di sana,” ujar Nabhan.


Dikatakannya, saat ini banyak dosen UM yang tengah bertugas di luar negeri dengan waktu kontrak hingga September 2021. Namun hal ini tidak menjadi masalah sebab, negara-negara tersebut bukan daerah yang berdampak besar dengan Virus Corona.
Selain dosen terdapat pula beberapa mahasiswa yang saat ini berada di Swedia dan Turki untuk pertukaran pelajar hingga Agustus mendatang. Mereka hingga kini masih diimbau untuk tetap di sana hingga waktu yang belum ditentukan guna meminimalisir penyebaran Virus Corona.
“Dengan kenaikan status Virus Corona kita minimalisir penyebaran termasuk interaksi dengan orang banyak di bandara-bandara yang kita tidak tahu,” jelasnya.


Dilanjutkannya, selain di China dan Jepang, dosen dan mahasiswa UM tetap bertahan di negara tujuan. Sebelumnya Um telah memulangkan enam mahasiswanya dari Guang Xi Normal University (GXNU) Provinisi Guang Xi, Tiongkok.
Menurutnya, ada banyak dosen yang seharusnya dinas ke luar negeri yang itu tersebar dari berbagai jurusan dan fakultas di UM. Namun Nabhan belum bisa memastikan jumlahnya.
“Karena sekarang ini untuk perjalanan dinas dan penelitian di luar negeri sedang kami galakkan namun untuk jumlahnya masih belum tahu, pada intinya larangan ini paling tidak untuk tiga bulan kedepan,” papar Dosen Bahasa Inggris ini.


Meski demikian tugas ke luar negeri akan dipertimbangkan apabila sangat penting dan mendesak tentunya atas izin Rektor UM. Selain itu juga negara tujuan akan menjadi pertimbangan.
Sejalan dengan UM, UB pada 28 Februari lalu juga mengeluarkan surat instruksi larangan bepergian ke luar negeri. Wakil rektor, dekan, ketua program, ketua biro, ketua lembaga, kepala unit pelaksana teknis, direktur utama badan pengelola usaha dan sivitas akademika Universitas Brawijaya mematuhinya. Pada umumnya untuk menunda atau tidak melakukan perjalanan dinas ke luar negeri sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Apabila ada rencana perjalanan yang bersifat sangat penting dan harus dilakukan harus mendapat izin dari Rektor UB.(lin/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Linda Elpariyani