Inovasi Teknologi Tyrender Mahasiswa UMM Sabet Bronze Medal di Jerman | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 06 Nov 2019, dibaca : 561 , udi, asa

MALANG - Inovasi teknologi Tyrender besutan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet Bronze Medal di International Trade Fair Ideas Inventions New Products  (iENA) 2019 di Messe Nürnberg, Jerman.
Adalah Haryo Widya Darmawan yang sebelumnya pernah meraih Bronze Medal dan Special Award of Association Polish Inventors and Rationalizers di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018, Korea Selatan. "Beberapa pengusaha Jerman yang memiliki usaha pengangkutan barang di Indonesia tertarik dan ingin mendiskusikan karya saya lebih lanjut ke depan,” kata mahasiswa asal Ujung Pandang ini.
Pada saat dipamerkan di Seoul International Invention Fair Korea Selatan, Tyrender tersebut juga menuai pujian dari berbagai kalangan. Usai pencapaian di Korea Selatan tersebut, kemudian membuat Haryo lebih bersemangat mengikuti kontes yang lebih tinggi.
Karya inovasi teknologi Smart Tyrender miliknya disebut dapat menghemat pengeluaran perusahaan. Khususnya terkait suku cadang dan periodik penggantian ban. Namun pada kompetisi terbaru kali ini, Haryo menambahkan sejumlah fitur, untuk menambah keunggulan yang ditawarkan.
Haryo menyempurnakan Tyrender dengan menambahkan fitur pembaca temperatur lingkungan. Dengan fitur tersebut, mahasiswa Teknik Mesin ini menyematkan kata 'smart' pada gagasannya sehingga saat di Jerman, alat ini bertransformasi menjadi Smart Tyrender. "Smart Tyrender memiliki fitur unggul berupa penyesuaian kecepatan kendaraan, manajemen daya yang cerdas dan pasokan, bobot kendaraan serta perubahan iklim yang bekerja secara otomatis,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Smart Tyrender hasil inovasinya disebut memiliki sistem kontrol untuk pengaturan suhu sendiri. Sehingga ban bisa lebih awet dan lebih aman untuk digunakan dalam jangka panjang. “Smart Tyrender secara otomatis akan menyemprotkan air ketika temperatur ban melebihi ambang batas suhu maksimal. Dengan demikian, usia ban dapat berumur lebih lama," lanjutnya.
Sementara itu persiapan menuju iENA 2019 di Jerman, Haryo dibimbing langsung oleh Drs. Moh. Jufri, ST., MT. Bersamanya, Haryo mengaplikasikan berbagai fitur baru yang hendak diterapkan dalam Smart Tyrendernya.
Haryo mengaku, penghargaan yang diperoleh harus dibayar dengan usaha yang gigih. Ia mengurangi waktu tidur demi mengulik lebih dalam Smart Tyrender besutannya. Kedisiplinan yang tinggi juga menjadi salah satu kunci bagi anak pasangan Agus Purwanto dan Dwi Astuti ini. (asa/udi)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...