Ini Alasan Mahasiswa dan Siswa SMK Wajib BPJS Ketenagakerjaan | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 01 Nov 2019, dibaca : 1608 , bagus, asa

MALANG - Mahasiswa magang dan, siswa SMK yang sedang Praktik Kerja Industri (Prakerin) wajib ikut BPJS Ketenagakerjaan. Menurut utusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Cori Widayati, program untuk menjamin keselamatan mahasiswa magang dan siswa. Mereka rentan menghadapi risiko kecelakaan kerja di lokasi penempatan magang.
“Program ini tidak mencari keuntungan dalam bentuk materi, Jutsru program ini merupakan program gotong royong,” ungkapnya.

   Baca juga : Pelajaran IPA itu Seru dan Menyenangkan
Ia menjelaskan itu ketika menghadiri Sosialisasi Manfaat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan BPJS Bagi Mahasiswa Magang Praktik Kerja Nyata (PKN) Perguruan Tinggi se Jawa Timur, di Universitas Ma Chung, Kamis (31/10).
Dijelaskannya, BPJS Ketenagakerjaan memiliki konsep yang sama dengan jaminan sosial, yang mana para peserta bisa saling gotong royong untuk membantu mereka yang kurang beruntung karena mengalami kecelakaan kerja. Melalui iuran yang disetorkan setiap bulannya ke BPJS Ketenagakerjaan.
“Seandainya tidak mengalami kecelakaan kerja, paling tidak uang yang sudah kita setorkan bisa membantu orang-orang yang mengalami kecelakaan kerja,” paparnya.
Sementara itu, ketentuan terkait dengan kewajiban mahasiswa magang untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan sendiri sebenarnya sudah ada sejak 2015. Namun sayangnya program tersebut belum tersosialisasikan dengan baik.
“Program itu sudah ada sejak awal BPJS Ketenagakerjaan ada, jadi sejak 2015. Iurannya murah sekali, hanya Rp. 16.800, dan manfaatnya sama seperti kalau dia karyawan perusahaan,” kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Malang, Cahyaning Indriasari.
Namun demikian, belakangan BPJS Ketenagakerjaan sudah mulai mendapat respons baik dikalangan masyarakat Malang Raya. BPJS Ketenagakerjaan menyasar kalangan pekerja diberbagai sektoral baik itu pekerja penerima upah maupun bukan penerima upah.
Jadi pekerja non sektoral, termasuk mahasiswa magang juga dapat dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, program ini harus digunakan secara optimal, khususnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan oleh para pekerja.
Kata Naning sapaan akrabnya, Perguruan Tinggi di Malang baik itu negeri maupun swasta sudah 90 persen yang bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dari perguruan tinggi tersebut terdiri dari pekerja, tenaga pendidikan non ASN. Hingga mahasiswa magang seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.(asa/ary)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...