In Love With Dangdut

Jumat, 18 Oktober 2019

Rabu, 04 Sep 2019, dibaca : 632 , Rosida, genzi

SIAPA sih yang gak goyang ketika Via Vallen mendendangkan lagu Senorita versi dangdut koplo?... Laguyang dipopulerkan Shawn Mendes dan Camila Cabelo itu pun menjadi makin asik dinikmatin. Gak hanya itu, beberapa lagu dari God Father of Broken Heart Didi Kempot juga Pecah banget kan guys. Dangdut koplo emang makin memesona. Kalian generasi milenial udah gak malu-malu lagi kan muter koplo di playlist spotify...

Yups, dangdut yang merupakan genre musik original dari Indonesia, sekarang tak hanya menjadi playlist wajib ketika karaoke. Mulai ngetren sejak zaman penyanyi dangdut Inul Daratista hingga menyusul generasi Via Vallen dan Nella Kharisma yang sering tampil di layar kaca. Musik dangdut sendiri yang berasal dari pintura, dengan lirik bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Apalagi ketika dipadukan dengan nuansa remix atau koplo. Pasti, ketika mendengar lagu-lagu dangdut yang seperti itu, selalu membikin tubuh ingin bergoyang terus.
Seperti yang diungkapkan oleh Dela Fitria Handoyo, salah satu Genzier yang juga mempunyai hobi menyanyikan dangdut ini. Bahwa musik dangdut bisa membuatnya menjadi kecanduan. Entah dalam berbagai suasana, waktu, keadaan. Pokoknya bikin feeling happy terus deh.
“Keunikan lagu dangdut ketimbang musik yang lainnya, terletak di iramanya dan jenis alat musiknya. Seperti kendang dan suling yang banyak tidak dimainkan di genre yang lain. Khas banget, begitu denger alat itu bawaannya tubuh mengikuti gerak lagu sesuai irama, berjoget dan bergoyang sesuai irama di lagu tersebut,” jelasnya gadis yang bersekolah di SMAN 10 Malang ini.
Dirinya yang aktif di dunia tarik suara, khususnya dangdut, sejak mengenyam Pendidikan sekolah dasar. Bahkan dengan kesungguhannya menekuni musik Dangdut. Membuat dirinya bisa meraih pundi-pundi rupiah sendiri. Ketika disinggung jumlah nominal yang ia dapat. Dela enggan untuk menyebutkan jumlah persisnya. Menurutnya hasil yang diperoleh dari panggung ke panggung sudah membantu untuk membeli kebutuhan pribadinya.
“Menekuni dangdut merupakan hobi yang dibayar. Dan itu enak, serta aku sudah berusaha tidak minta dari orang tua lagi. Untuk nominal cukup aku dan Bundaku yang tahu hehe. Gak perlu diberitahukan ke umum kalau hasil nyanyi, pokoknya aku banyak bersyukur pada Allah, atas rezeki lewat nyanyi,” ungkapnya.
Ketika disinggung tentang stereotip negatif pada musik dangdut, Dela sendiri mencoba kembali ke niat semula. Mengapa dirinya memilih berkarir di genre musik dangdut. Karena pada dasarnya dirinya hanya ingin menghibur banyak orang melalui suaranya. Serta mengaktualisasi hobi menyanyi yang selama ini dtekuni. Dela yang sudah malang melintang di berbagai daerah dan stasiun televisi mengaku mempunyai harapan bahwa musik dangdut bisa berkembang lebih pesat lagi. Serta lebih mengangkat kekayaan-kekayaan lokalitas yang dimiliki Indonesia tentunya.
“Meski musik dangdut sudah dikenal di negara barat, harapannya gak berhenti sampe disitu saja. Musik dangdut harus lebih maju lagi dan setara dengan musik genre yang lain. Seperti Jazz, RnB dan musik yang lain. Tentunya tetap bisa diimprovisasi dengan musik tradisional seperti gamelan dan angklung untuk mengenalkan budaya kita kepada negara lain,” tandasnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Jasmine Eunike Audri Simanjuntak, genzier asal SMAKFrateran Malang. Dirinya juga kerap mendengar dangdut ketika just wanna have fun bareng teman-teman. Karena pasti bikin suasana semakin akrab, cair, dan pecah deh.
“Musik Dangdut mempunyai nada cengkok yang bagus banget. Dan instrument musiknya enak dibuat joget, apalagi kalau waktu kumpul sama temen. Ketika karaokean memilih lagu Dangdut juga lebih berasa kebersamaannya,” paparnya.
Ada juga nih, pendapat dar Genzier asal Universitas Brawijaya, Dhea Leony Charismata. Katanya ndengerin lagu dangdut bisa merubah suasana hati. Lebih-lebih ketika merasa galau atau gundah gulana. “Lagu dangdut itu mempunyai cakupan yang luas, di semua rentang usia maupun golongan, pasti kalau denger lagu dangdut auto joget haha,” katanya sembari tertawa.
Ketika ada yang menganggap musik dangdut adalah kampungan, mungkin belum melihat musik Dangdut secara lebih luas. Karena faktanya musik Dangdut punya cara sendiri untuk menghibur para pecintanya. Bahkan ketika pembukaan Asian Games 2018 lalu. Seorang pedangdut Via Vallen yang dipilih untuk menyanyikan lagu Meraih Bintang, theme song resmi ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut.  Jangan pernah merasa minder guys. Bagaimanapun musik Dangdut sendiri adalah aset asli yang lahir dari Indonesia. ‘Dangdut is the music of my country, my country oh my country’ seperti potongan lirik yang dilantunkan oleh Project Pop itu memang benar adanya. (*/oci)



Minggu, 13 Okt 2019

Jangan Dipendam

Minggu, 13 Okt 2019

Lepaskan Diri dari Depresi

Rabu, 09 Okt 2019

Simpel nan Lezat ala Rice Box

Loading...

  Follow Us