Ikut Grup WA Pelajar Bersatu | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 867 , bagus, sisca

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander menegaskan, polisi melakukan razia dan menemukan sejumlah 89 siswa yang disinyalir akan terlibat demo.
“Polres Makota dapat informasi, sudah beredar dari siang tadi, terkait ada beberapa rombongan adik-adik, tergabung dalam grup WA bernama Pelajar Bersatu, mengajak siswa tingkat menengah atas, mengikuti ajakan demo. Instruksi selanjutnya, menunggu grup itu,” kata Dony kepada wartawan, di Polres Makota, Kamis sore.
Dia menyebut bahwa hasil penggalian keterangan, para siswa yang terjaring razia akan ikut demonstrasi ini, mengaku diajak oleh pesan broadcast WhatsApp maupun Facebook. Menurut Dony, mereka datang sebagian dari Kabupaten Malang setelah menerima pesan ajakan untuk berdemo tersebut.
Dony mengungkapkan, polisi melakukan pendataan dan pembinaan. Terutama, menghubungi orangtua dan sekolah dari siswa bersangkutan. Sebab, mereka datang ke kawasan Balai Kota Malang, dengan situasi yang berbeda-beda. Ada siswa yang pulang sekolah, ada juga yang bolos sekolah, 
Saat ini, polisi melakukan pelacakan secara siber terhadap siapa sebenarnya pengirim pesan broadcast untuk ajakan terhadap para siswa di bawah umur tersebut. Polisi juga mempelajari modus serta motif pembuatan grup yang mengajak siswa di bawah umur untuk berdemonstrasi turun ke jalan.
Meski demikian, mereka tidak akan dipidana. Karena, mereka dilindungi UU Perlindungan Anak dan belum melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Sehingga, proses pembinaan akan dilakukan melalui personal petugas kepolisian yang menghubungi orangtua para siswa.
Untuk tindakan pencegahan, Dony berkoordinasi dengan Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang. Menurut Dony, Polres Makota bersama Forpimda Kota Malang, bakal mengundang kepala sekolah di kawasan Kota Malang untuk rapat besar.
“Kami akan koordinasi besok (hari ini), untuk mengajak para kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Malang , berkumpul, dan mengimbau agar mengawasi proses belajar, dan mencegah ada yang mengajak mereka melakukan hal-hal yang merugikan,” sambungnya.(ica/fin/ary)
 



Loading...