Iklan Pro Mild Tidak Sopan | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Iklan Pro Mild Tidak Sopan

Selasa, 07 Jan 2020,

MALANG - Reklame Pro Mild di atas Toko Avia Jl JA Suprapto Kota Malang disebut tak punya sopan santun. Pemkot Malang langsung menyegelnya atas dua pelanggaran, Senin (6/1) pagi . Dua pelanggaran itu yakni pelanggaran kewajiban pajak, pelanggaran urusan perizinan.
Sebenarnya, masih ada satu potensi pelanggaran lagi, yakni melanggar aturan kawasan cagar budaya. Untuk poin dugaan pelanggaran kawasan cagar budaya, sebelumnya diungkapkan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Ir. Budi Fathony. Sekaligus juga ada potensi melanggar Perwali tentang kawasan heritage.
Sebab, Toko Avia masuk dalam kategori bangunan cagar karena berusia lebih dari 50 tahun lamanya. Dan telah pula diusulkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya ke Wali Kota Malang. Hanya saja SK ini belum turun.
Selebihnya, untuk pelanggaran pajak dan perizinan dapat terkonfirmasi jika memang pemasang reklame melanggar. Malang Post menyaksikan langsung penyegelan tempat itu bersama Kepala Bapenda Kota Malang Ir. Ade Herawanto MT.
"Dia pasang sendiri. Tidak kulo nuwun, pajak belum dibayar," tegasnya.
Ia menjelaskan setiap pemasang hendak memasang peraga iklannya diharuskan membayar besaran pajak yang sudah ditentukan. Karena sesuai mekanisme, lanjut Ade, juga sesuai Perda yang berlaku, pajak reklame harus dibayar sebelum peraga iklan ditayangkan atau dalam hal ini terpasang.
Sementara itu menurut Perda Kota Malang No 16 Tentang Pajak Daerah nilai sewa dari pajak reklame memang ditentukan. Hitungannya adalah besaran pajak reklame yang harus dibayarkan adalah 20 persen dari NSR (Nilai Sewa Reklame).
Tetapi untuk menghitung NSR ada banyak faktor yang memengaruhinya. Seperti jenis reklame (produk/non produk), lokasi, kategori kelas jalan tempat reklame, bahan reklame, hingga jangka waktu pemasangan.
"Memang di stiker disebut nunggak. Tapi bukan nunggak sebenarnya hanya tidak ada sopan santunnya kalau seperti itu. Karena memang belum bayar pajak," tandasnya.
Ade meyakini pihak yang memasang sudah mengetahui aturan yang ada. Maka dari itu dalam sepekan ini pihaknya menunggu itikad baik dari pihak pemasang, yang disebutnya adalah PT Gudang Garam.
Hal ini disebutnya merujuk pada Undang-Undang nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Perda Kota Malang No 16 tentang Pajak Daerah. Di sana sudah diatur hal paling dasar pemasangan reklame yakni izin.
Untuk itu pihaknya tidak akan melakukan panggilan khusus. Akan tetapi menunggu itikad tersebut. Selama belum dibereskan maka stiker peringatan tetap ditempelkan.
"Kalau masih bandel akan kami adakan pemeriksaan pajak oleh tim pajak gabungan. Kalau masih bandel lagi kita serahkan ke kejaksaan," tegasnya.
Perihal tak berizinnya reklame tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal, Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker DPMPTSP) Kota Malang Ir. Erik Setyo Santoso MT menegaskan reklame rokok di atas Toko Avia belum berizin. Rencananya dalam pekan ini Disnaker DPMPTSP Kota Malang akan melakukan tindakan pada pihak pemasang.
"Belum ada izinnya. Tadi sudah koordinasi gabungan dengan Bappenda dan Satpol PP juga akan kami panggil secepatnya," pungkasnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Satpol PP Kota Malang Drs. Priyadi MM saat dikonfirmasi. Pihaknya sudah melakukan langkah prosedural terkait reklame tersebut. Pihaknya melakukan pengecekan lokasi bersama Bapenda Kota Malang.
Hanya saja saat hendak dilakukan pencarian pihak pemasang, ia belum dapat menemuinya secara langsung. Priyadi juga mengatakan belum memastikan apakah benar PT Gudang Garam yang bertanggung jawab akan pemasangan reklame yang berukuran besar tersebut.
“Belum bisa saya pastikan. Yang jelas manajemennya sudah kami panggil tadi untuk mengklarifikasi,” jelas mantan camat ini.
Priyadi mengatakan pula, jika jika memang tidak ada itikad baik memperbaiki keadaan dan saat dilakukan pemanggilan selama tiga kali tidak merespons. Maka penurunan material reklame alias eksekusi reklame oleh Satpol PP akan dilakukan.
Sementara itu, menurut penelusuran Malang Post manajemen perusahaan rokok yang bertanggung jawab dalam pemasangan reklame besar tak berizin di atas Toko Avia ternyata berasal dari Jakarta. Hal ini dijelaskan seorang pria, salah satu pimpinan manajemen Toko Avia yang tak mau disebutkan namanya saat ditemui di kantor manajemen Avia di Jl. JA Suprapto.
"Ya saya ndak tahu perusahaannya apa sebenarnya yang jelas mereka dari Jakarta. Ada juga dari Surabaya. Gak ada disini mereka," papar pria berkacamata ini.
Saat ditanya apakah keterlibatan Toko Avia dengan pemasangan reklame ini, ia menjawab bahwa Toko Avia hanya memiliki space reklame saja untuk disewakan. Space Reklame ini sebelumnya ditempati oleh pemasang iklan Depo Bangunan. Tahun ini kebetulan sudah berganti, yakni reklame rokok tadi.
"Space reklame ini sudah disewakan sejak 10 tahun lebih," tandasnya.
Kemudian saat ditanya mengenai mekanisme pembayaran pajak dan izinnya, pria ini menyebut pihaknya tidak tahu menahu soal pembayaran pajak. Karena selama ini, Manajemen Toko Avia memiliki kesepakatan sendiri kepada penyewa space reklame. Yakni pihak pemasang yang mengurusi pajak yang dibutuhkan.
Kompensasi dari pemasang reklame sebagian besar adalah menanggung biaya perawatan atau perbaikan gedung dan teknis perawatan gedung Toko Avia selama memasang reklame disana.
"Ini sudah berpuluh-puluh tahun baru kali ini ada begini. Sebenarnya ini petugas yang masang bilang masih trial (percobaan,red) saja, lampu lampu belum dipasangi," pungkasnya.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...