Ibu Dua Anak Kuras ATM Rp 52 Juta | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Sep 2019, dibaca : 1137 , halim, ira

SINGOSARI - Sepak terjang Jumi'ati yang nekat melakukan pencurian berakhir di tangan anggota reskrim Polsek Singosari. Wanita 37 tahun ini ditangkap petugas di rumah persembunyiannya di wilayah Lawang, Sabtu (31/8) petang. Wanita yang kontrak di Jalan Kertarejasa GG X RT 05 RW 04 Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Singosari.
Kapolsek Singosari Kompol Untung Bagyo Riyanto SH menuturkan, penangkapan terhadap pelaku ini berawal dari laporan Demi Mukartono, 53, warga Dusun Tambakrejo Desa Tambaksari Kecamatan Tajinan, Jumat (30/8) lalu ke Polsek Singosari. Kepada petugas, warga Perumahan Landungsari Regency Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang ini mengatakan bahwa ia menjadi korban pencurian uang. Pelakunya adalah Jumi’ati.
"Pencurian uang itu terjadi 24 Juni 2019 lalu. Saat itu tersangka  menghubungi korban," kata Kapolsek, yang menyebutkan antara tersangka dan korban ini sebelumnya sudah saling kenal. Sekitar pukul 07.00, tersangka  mengirim pesan WhatsApp kepada korban bahwa korban telah diguna-guna dan akan disantet oleh seseorang. Korban pun percaya dengan perkataan tersangka. Sehingga saat tersangka mengajak ritual, korban langsung mau saja.
Di rumah tersangka, ritual dilakukan. Korban menuruti semua perkataan tersangka. Tak terkecuali saat tersangka meminta seluruh isi dompet korban, termasuk ATM. Oleh tersangka seluruh isi dompet korban diletakkan di plastik kemudian diberi bunga tujuh rupa. Tak lama setelah itu, tersangka mengucapkan mantra. Selesai ritual, tersangka meletakkan plastik berisi seluruh isi dompet korban ke dalam jok motor milik korban.
"Pukul 09.00, tersangka beralibi ingin membeli syarat ritual. Dia meminjam motor korban. Tapi sebelumnya, dia juga meminjam HP milik korban yang di dalamnya juga terdapat PIN semua ATM korban," kata Kapolsek.
Saat keluar itulah Jumi'ati menguras uang yang ada di ATM. "Korban punya empat ATM (BCA, Mandiri, BRI dan BNI) dan semuanya diambil uangnya oleh korban," ungkap perwira dengan satu melati di pundak ini.
Setelah mengambil uang, tersangka kembali ke rumah korban sembari membawa bunga dan syarat lain untuk ritual. Agar tidak mencurigakan, tersangka kembali melakukan ritual bersama korban. Korban baru sadar menjadi korban pencurian pada tanggal 15 Juli 2019. Saat korban ke ATM, tapi saldonya habis. Tidak hanya satu ATM tapi semua ATM korban saldonya habis.
Seketika itu juga korban ingat dengan tersangka. Korban meluruk rumah korban, tapi tersangka menghindar. Hingga akhirnya 30 Agustus 2019 korban melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Singosari.
"Dari laporan itu anggota langsung bergerak mencari keberadaan tersangka. Dan itu berhasil, tersangka diketahui sedang bersembunyi di rumah persembunyiannya di Lawang. Dan Sabtu sore tadi anggota langsung menangkapnya,"  ungkap Untung.
Untung juga menjelaskan, selain dikenakan pasal 362 KUHP, tersangka juga dikenakan Pasal 30 UU ITE No.11 tahun 2008, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(ira/lim)



Senin, 25 Nov 2019

Sewa 10 Hari, Mobil Digadaikan

Loading...