Ibu Balita yang Tewas Dianiaya Ayah Tirinya, Tak Pernah Muncul | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 09 Nov 2019, dibaca : 3342 , halim, fino

MALANG - Sejak meledaknya kasus Agnes Arnelita, 3, bocah yang disiksa sampai tewas oleh ayah tirinya Ery Age Anwar, 36, ibu korban Hermin Susanti, 22, tak pernah muncul. Sampai saat ini, keberadaan Hermin Susanti masih menjadi tanda tanya. Hal ini dibenarkan oleh keluarga Agnes dari Tajinan.
Rendra Azia Kurniawan, paman Agnes, sekaligus sepupu Susanti, mengaku tidak pernah lagi melihat ibu dari keponakannya tersebut. “Sejak kasus ini muncul sampai sekarang, dia tak pernah lagi terlihat. Keluarga Tajinan juga tak pernah mengetahui keberadaannya, dia tak pernah ke Tajinan,” kata Rendra kepada Malang Post, di sela-sela rekonstruksi pembunuhan Agnes di Tlogowaru Indah.

   Baca juga :

Rekonstruksi Penganiayaan Balita Hingga Tewas

Penganiayaan Balita Sampai Tewas Direkonstruksi

Penganiaya Anak Tiri Sampai Tewas, Stres Tekanan Hidup


Rendra juga menyebut, selama proses berkabung untuk Agnes di rumah Tajinan, Susanti tak pernah terlihat. Menurut nenek Agnes, sekaligus ibu Susanti, yaitu Suwarmi, 50, anaknya tersebut pernah sekali pulang ke rumah Tajinan untuk menitipkan anak dari Ery Age Anwar, tapi Suwarmi menolak.
“Saya pernah mau dititipi anaknya itu (usia 1,5 bulan), tapi saya menolak, saya sudah capek dan lelah,” ujar Suwarmi di rumahnya di Dusun Tubo, Purwosekar Kecamatan Tajinan sehari setelah penguburan Agnes pekan lalu.
Kapolres Makota AKBP Dony Alexander pun menyebut, selama proses penyelidikan, tidak ada keterlibatan yang konkret dari Susanti terhadap meninggalnya Agnes. “Saat penyidikan, ibu korban selalu menangis. Dan, saat kejadian, dia memang sedang bekerja dan tidak berada di rumah,” tambah Dony.
Kamis (7/11) siang, Polres Malang Kota dipimpin oleh Dony Alexander, menggelar rekonstruksi penganiayaan Agnes Arnelita. Kegiatan ini mengundang rasa penasaran warga. Massa yang hadir dalam rekonstruksi, tak henti-hentinya melontarkan sumpah serapah dan umpatan untuk Ery Age Anwar yang tega menginjak-injak anak tirinya sampai tewas.
Di antara amukan massa, sebuah buket bunga tertambat di pagar rumah Tlogowaru Indah D14, Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang.
Buket bunga ini, ditaruh di depan rumah yang menjadi lokasi penganiayaan Agnes Arnelita, 3 tahun, oleh ayah tirinya Ery Age Anwar, 36. Di antara penjagaan polisi, buket bunga ini terpasang dan menarik perhatian.
Karena, selain berisi bunga melati dan bunga lainnya, sebuah tulisan berupa doa, tertambat di buket bunga ini. “Surga tempatmu adek Agnes Arnelita.” Begitulah tulisan yang terpasang di buket bunga tersebut. Tidak diketahui siapa yang memasang buket bunga tersebut. Tapi, bunga ini menjadi tanda simpati warga masyarakat, terhadap meninggalnya Agnes.
Warga yang datang di rekonstruksi penganiayaan Agnes, juga mengirimkan doa untuk Agnes. Komariyah, warga sekitar, menaruh rasa simpati tersebut karena dia sendiri adalah seorang ibu. “Saya sendiri punya anak, tentu saya hancur hati mengetahui ada anak yang disiksa ayah tirinya sampai mati,” ujarnya.
“Kalau saya diizinkan, sudah saya pukul itu bapak tirinya, kok tega sekali,” tutur Komariyah. Suara-suara kesedihan para ibu ini, berubah menjadi amarah dan makian ketika mobil pengangkut Ery Age Anwar, tiba di Tlogowaru Indah D14, Kamis siang. (fin/lim)



Sabtu, 16 Nov 2019

Buron Rampok Ditembak

Sabtu, 16 Nov 2019

Dihajar, Mahasiswa Lapor Polisi

Sabtu, 16 Nov 2019

Ditinggal Mandi, Motor Amblas

Loading...