Hotel Bintang Empat Naikkan Kelas Kanjuruhan | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 21 Nov 2019, dibaca : 864 , Redaksi, Fino

MALANG – Arema FC mendukung penuh pembangunan hotel bintang empat di ibukota Kabupaten Malang, Kepanjen. Sejak peletakan batu pertama pada 18 November 2019, hotel bintang empat di atas tanah seluas 3000 meter persegi ini, memberi optimisme bagi dinamika Kepanjen sebagai kota yang dijadikan kandang Singo Edan.
Apalagi, Arema berkandang di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Media Officer Arema, Sudarmaji menyebut pembangunan hotel bintang empat ini, diharapkan bisa menambah nilai Kanjuruhan. “Semoga semakin menambah value Stadion Kanjuruhan,” ujar Sudarmaji kepada Malang Post, Rabu.
Menurutnya, Stadion Kanjuruhan saat ini diperhitungkan sebagai stadion standar nasional yang bisa menyelenggarakan pertandingan internasional. Dengan dibangunnya hotel bintang empat di kawasan Kepanjen, nilai Stadion Kanjuruhan dalam verifikasi penyelenggaraan kompetisi sepakbola nasional maupun internasional, akan berpengaruh besar.
Hotel bintang 4 yang resmi dibangun di Kepanjen dan ground breaking yang dihadiri Bupati Malang HM Sanusi, terletak di Jalan Jatirejoyoso, Kepanjen. Lokasinya berada di sebelah kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang. Hotel ini dinamai Grand Miami Hotel. Dengan adanya hotel ini, Stadion Kanjuruhan akan semakin layak menggelar event sepakbola internasional.
Sudarmaji menyebut, proses pembangunan hotel bintang empat ini sejalan dengan rencana renovasi Stadion Kanjuruhan Kepanjen oleh Pemkab Malang. “Pembangunan hotel bintang empat itu, sangat klop dengan rencana renovasi Stadion Kanjuruhan,” sambung mantan wartawan tersebut.
Sudarmaji menyebut, dengan adanya hotel bintang empat, laga internasional bisa semakin sering dihelat di Kepanjen. Sementara itu, beberapa waktu lalu, di sela Malang Tourism Award 2019, Bupati Malang Sanusi mengisyaratkan agar mempermudah proses perizinan di wilayah Kabupaten Malang.
“Istilahnya pak Presiden, jangan mbulet. Kalau bisa diselesaikan sehari, ya cukup sehari. Kalau bisa diselesaikan di satu meja saja, ya cukup satu meja,” ujar Sanusi.(fin/mp)



Loading...