Hormati Wulan Kepitu, Bromo Steril Kendaraan Bermotor Sebulan | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Hormati Wulan Kepitu, Bromo Steril Kendaraan Bermotor Sebulan

Kamis, 23 Jan 2020,

MALANG - Mulai Jumat (24/1) pukul 00.00 besok, wisatawan hanya dibolehkan naik kuda di wilayah Kaldera Tengger (Laut Pasir, Bromo, Savana dan sekitarnya). Sedangkan semua jenis kendaraan dilarang masuk kawasan wisata andalan Jatim itu. Kebijakan yang berlaku hingga 24 Februari 2020, pukul 00.00 WIB ini untuk menghormati Wulan Kepitu.
Larangan kendaraan tersebut diberi nama Car Free Month (CFM). Selain kuda, wisatawan hanya dibolehkan naik sepeda, tandu atau berjalan kaki. Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, warga setempat sudah menyediakan kuda.
“Menurut informasi, masyarakat siapkan sekitar 500 ekor kuda. Dengan begitu, wisatawan tetap bisa berwisata,” katanya sembari menegaskan tak menutup kawasan wisata Bromo.  
Bebas kendaraan bermotor ini, lanjut dia, seiring masuknya bulan ke tujuh atau biasa disebut Wulan Kepitu dalam kalender masyarakat Tengger.
“Wulan Kepitu menurut masyarakat Tengger merupakan bulan yang disucikan. Dimana saat masa para sesepuh Tengger dan tokoh masyarakat melakukan puasa mutih. Tujuannya untuk menahan perilaku dan sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Pencipta,’’ jelas Syarif.
Ia mengatakan, TNBTS menerapkan bebas kendaraan di KalderaTengger  merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap adat masyarakat Tengger. “Bebas kendaraan bermotor di kawasan Kaldera Tengger ini  sekaligus momentum untuk memulihkan ekosistem kawasan Bromo dan sekitarnya,’’ tambahnya.
Syarif mengatakan, bebas kendaraan bermotor saat bulan suci masyarakat Tengger ini bukan kali pertama digelar. Tahun 2015 lalu, pihak TNBTS juga melakukan hal yang sama. Hanya saja saat tahun 2015 lalu, Wulan Kepitu bersamaan kejadian erupsi Bromo.
Ia menjelaskan, penerapan bebas kendaraan ini mengacu pada hasil rapat yang digelar TNBTS di Hotel Lava View,  Kabupaten Probolinggo, 8 Januari 2020 lalu. Saat itu dijelaskan Syarif rapat dihadiri  60 orang. Mereka dari perwakilan TNBTS, sesepuh dan tokoh masyarakat Tengger, camat Sukapura, Polsek Sukapura dan Polsek Poncokusumo. Selain itu  Koramil Poncokusumo, Koramil Sukapura, Desa Ngadisari, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Probolinggo, Polisi Pamong Praja Tosari hingga  perwakilan komunitas jeep.  
Ia menambahkan, kebijakan bebas kendaraan bermotor di Wulan Kepitu itu sebenarnya sudah dirapatkan jauh hari sebelumnya. Di antaranya pada 24 Januari 2018 lalu kemudian 4 Mei 2019.
“Serta hasil pertemuan pengelolaan wisata Bromo Tengger Semeru yang digelar pada 18 Juni 2019. Nah hasil rapat tersebut diperkuat dengan hasil rapat koordinasi yang digelar 8 Januari 2020 lalu,’’ ungkapnya.
Syarif mengatakan, untuk menghormati Wulan Kepitu ini, pihaknya hanya membebaskan wilayah Kaldera Tengger dari kendaraan bermotor. “Kami tidak melakukan penutupan. Wisatawan tetap diperbolehkan berkunjung ke Bromo. Tapi itu tadi syaratnya tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor,’’ katanya.
Kendaraan bermotor hanya dapat digunakan dalam situasi darurat atau petugas melakukan patroli kawasan. “Selain itu tidak ada kendaraan bermotor masuk Kaldera Tengger,’’ ungkapnya.
Ia menambahkan, penerapan bebas kendaraan di Wulan Kepitu itu diikuti juga dengan penjagaan  ketat di setiap pintu masuk menuju Bromo Tengger Semeru. Ada empat pintu masuk yang dijaga ketat oleh petugas.
Yakni pintu masuk Coban Trisula Kabupaten Malang, akses Senduro Kabupaten Lumajang, pintu masuk Tengger Laut Pasir di Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, serta pintu masuk Resort Gunung Penanjakan di Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.
“Pengamanan nanti selain petugas dari BB TNBTS, juga ada perwakilan adat masyarakat Tengger, TNI, Polri dan mitra BB TNBTS,’’ tandasnya.(ira/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...