Malang Post - Heri Cahyono Daftar Independen karena Kabupaten Malang Kritis

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Heri Cahyono Daftar Independen karena Kabupaten Malang Kritis

Sabtu, 22 Feb 2020

MALANG – Bakal calon Bupati Malang jalur independen, Heri Cahyono, tidak takut dengan pertarungan perebutan Peringgitan 1 melawan partai penguasa parlemen. Kondisi Kabupaten Malang saat ini dalam fase kritis. Hal ini ditegaskan Sam HC, sapaan akrabnya, saat didampingi Gunadi Handoko, bakal calon wakil bupati independen di kantor KPU Kabupaten Malang, Jumat sore (21/2).
Penegasan ini diungkapkan Sam HC, setelah menyerahkan 133 ribu lembar KTP sebagai syarat daftar Pilkada 2020 dari jalur independen. Ditanya apakah gentar melawan para penguasa parlemen yang memiliki kursi dominan maupun partai-partai besar, Sam HC yang getol mengusung Malang Jejeg sebagai jargon, mengaku tak gentar.
“Ketika masuk ke jalur independen, urat takut kami sudah putus,” ujar Sam HC kepada para wartawan.


Pernyataan Sam HC menutup sesi press conference di kantor KPU. Sebab, setelah memberi pernyataan ini, dia dan Gunadi, dikawal tim suksesnya, masuk ke kantor KPU Kabupaten Malang.
Dia memberi pernyataan pamungkas ini, usai menyerahkan KTP dan tanda tangan yang terbagi dalam berkas-berkas yang diserahkan kepada para komisioner KPU Kabupaten Malang. Sam HC mengaku memiliki dukungan sampai 200 ribu KTP, namun menyerahkan 133 ribu KTP untuk memenuhi persyaratan, di atas batas minimal, yaitu 126 ribu KTP.
“Kami masih memiliki 66 ribu lembar KTP yang akan diserahkan, bilamana, setelah proses verifikasi KPU, ada yang tidak sama, dan tidak disahkan,” jelas Sam HC.


Sebelumnya, Sam HC menegaskan bahwa dia memutuskan untuk mendaftar dari jalur perseorangan, karena menurutnya situasi Kabupaten Malang sedang kritis luar biasa.
Untuk menyelesaikan persoalan Kabupaten Malang yang menurutnya sudah KLB atau Kasus Luar Biasa, butuh pendekatan extraordinary pula. Dia mengatakan, masyarakat Kabupaten Malang dipameri situasi pemerintahan Kabupaten Malang yang dari luar terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya membutuhkan pembenahan ekstrem.
“Kondisi Kabupaten Malang, kalau terlihat dari luar itu baik-baik saja. Tapi, sebenarnya situasi Kabupaten Malang itu KLB, cara penyelesaiannya pun harus dengan cara extraordinary. Atas dasar itu, kami bergerak lewat independen,” jelas Sam HC. Menurutnya, problem Kabupaten Malang sudah akut.


Sehingga, dia mengibaratkan situasi Kabupaten Malang yang stagnan, sama seperti situasi Indonesia sebelum reformasi 1998 meledak. Karena itu, dengan spirit vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, pemerintahan Orde Baru digulingkan dari luar sistem. Sam HC pun menyebut, persoalan Kabupaten Malang, harus diselesaikan dari luar terlebih dahulu.
“Atas dasar inilah, kami bergerak lewat independen, karena Kabupaten Malang harus diselesaikan dari luar sistem,” tambahnya.


Sam HC dan Gunadi datang dengan atribut unik. Selain mengusung banner Malang Jejeg, kedua calon dari independen, mengenakan busana tradisional, dikawal salawat dan jajaran seniman jaranan serta delman.
Menurut Sam HC, busana yang dikenakan, serta hiruk pikuk seniman jaranan yang mengiringi Malang Jejeg, adalah representasi warna warni pluralisme Indonesia. “Ini warna Indonesia, Malang ada seni tradisi, ada santri, dan itu mewakili Malang Jejeg,” tutupnya. Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini mengatakan tahapan penyerahan KTP ini adalah awal.


Menurut Anis, penyerahan KTP sebagai syarat dukungan, harus memenuhi aturan dahulu. Yaitu, berkas B1 KWK dan B11 KWK. B1 KWK adalah formulir calon perseorangan yang dicetak dari Sistem Informasi Pencalonan, dan ditandatangani oleh bakal pasangan calon. Sementara, B11 KWK adalah formulir yang menyertai syarat fisik KTP untuk maju sebagai calon independen.
“Dua berkas itu harus asli dan salinan, lalu B2 KWK. Kalau belum menyerahkan, belum bisa kami terima, dan harus dipenuhi, sampai batas waktu tanggal 23 Februari 2020. Andai memang sudah diselesaikan semua berkasnya, kami hitung ada 133 ribu KTP, bersama formulir fisik B1,” tandas Anis kepada wartawan.


Verifikasi administratif calon independen, akan berlangsung pada tanggal 26 Februari 2020. Usai verifikasi berkas dan kelengkapan administrasi, verifikasi faktual dilakukan, lalu melakukan rekap dukungan. Jika ada kekurangan, maka Anis berjanji akan segera menyampaikannya kepada Malang Jejeg.(fin/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya





Loading...