Heran 1.300 Kartu Tani Belum Dibagikan | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 03 Sep 2019, dibaca : 737 , Vandri, Kris

BATU - Masalah Gagal panen sering menghantui para petani Kota Batu. Berbagai cara dilakukan untuk meminimalisir kerugian petani. Salah satunya melalui program Kartu Tani dari pemerintah pusat. Kartu tersebut memiliki banyak manfaat.
Dinas Pertanian Kota Batu telah mendata 6.008 petani yang mendapat Kartu Tani. Namun program yang digencarkan sejak tahun 2018 tersebut masih menyisakan 1.300 Kartu Tani yang belum diberikan kepada petani.
"Karena ini program dari pusat, kami hanya mendata kemudian mendistribusikannya," ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Ir. Sugeng Pramono kepada Malang Post, Selasa (2/9).
Ia menerangkan, pemberian Kartu Tani dilakukan secara bertahap dan diproses oleh BNI. Sedangkan pihaknya hanya mendistribusikan.  "Kami sudah komunikasikan dengan BNI. Rencananya dalam waktu dua minggu kedepan Kartu Tani segera turun dan didistribusikan," paparnya.


Ia berharap Kartu Tani segera turun. Sebab fungsi kartu tersebut untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Selain itu ketika ada bantuan sarprodi dari pusat atau APBN,  yang berhak menerima adalah petani yang memiliki Kartu Tani.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Bangkit Kota Batu, Winardi mengatakan, kartu tersebut digunakan untuk mempermudah petani membeli pupuk bersubsidi di kios-kios yang tersebar di tiga Kecamatan Kota Batu.
Karena itu ia menyayangkan kartu tersebut belum seluruhnya diterima oleh petani di Kota Batu yang tergabung dalam 40 Gapoktan. “Belum ada realisasi penuh sampai hari ini. Namun beberapa memang sudah ada yang menerima," imbuhnya.
Ia menerangkan dengan adanya Kartu Tani, petani bisa membeli pupuk urea dengan harga Rp 1.800 per kilogram. Sedangkan tanpa Kartu Tani atau non subsidi harganya mencapai Rp 4.000 per kilogram. (eri/van)



Loading...