Helikopter Colibri Pasok Bantuan ke KWW | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 28 Agu 2019, dibaca : 1002 , Bagus, Amanda

MALANG - "Tolong...tolong....ada tanah longsor! Tolong ada banjir! Tolong!" teriakan tersebut memecah keheningan di kawasan Kampung Warna-Warni dan Kampung Tridi, Selasa (27/8). Puluhan warga terlihat panik dan berusaha mencari pertolongan pertama. Kondisi tersebut juga berhasil menarik oerhatian warga yang melintas.
Pertolongan pertama datang, warga mendapat bantuan dari Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) dan lainnya. Dengan sigap, mereka membantu mengevakuasi warga sekitar, baik dengan horizontal maupun vertikal rescue dengan peralatan yang lengkap.
Ada korban yang butuh evakuasi, diamankan sementara di tenda PMI. Sedangkan untuk warga yang terjebak di ketinggian, dievakuasi ala vertical rescue dengan peralatan lengkap. Sementara, untuk warga yang terjebak di sungai, dilakukan penyelamatan dengan perlengkapan khusus.
Bahkan, pada kesempatan tersebut, Paskhas menerjunkan helikopter jenis Colibri untuk memberikan bantuan obat-obatan dan makanan yang diberikan melalui udara. Sekitar 15 menit, ada tiga helikopter yang menerjunkan enam kerdus makanan dan obat-obatan di sekitar lokasi. Hal tersebut juga menjadi salah satu perhatian warga.
Namun, peristiwa tersebut bukan kejadian yang sesungguhnya. Hal tersebut merupakan salah satu adegan dalam kegiatan simulasi bencana yang diikuti oleh pasukan gabungan. Simulasi ini sebagai salah satu upaya untuk melatih personil menangani potensi bencana yang terjadi di wilayah Malang.
"Sesuai dengan tugasnya, TNI memiliki tugas menanggulangi akibat bencana alam. Sebagai satuan  bagian dari TNI, Korps Paskhas diberi kesempatan melaksanakan giat latihan untuk tingkatkan kemampuan prajurit," urai Asisten Operasi Korpaskhas, Kolonel Pas. Ahmad S. Qodri disela simulasi.
Melalui simulasi tersebut, ia berharap, para personel lebih terlatih dalam melakukan pencarian, pertolongan dan penyelamatan akibat bencana alam banjir dan tanah longsor. Dalam kesempatan tersebut, ia juga melibatkan masyarakat secara langsung untuk mengetahui pertolongan pertama yang diberikan jika terjadi bencana.
"Seluruh komponen masyarakat, Pemda, alutsista, BPBD, dan PMI terlibat sebanyak 700 personel melakukan giat pencarian dan penyelamatan akibat banjir yang terjadi di wilayah Malang," kata dia.
Kegiatan tersebut, lanjut dia, juga dilakukan agar para personel mampu mengenal medan. Sehingga, jika terjadi kendala, bisa menjadi evaluasi. Ke depan, personel gabungan ini juga akan melakukan pemetaan bencana, sekaligus pembagian personel dan tugas masing-masing dalam hal evakuasi bencana.
"Simulasi ini juga media untu belajar medan di setiap wilayah yang berpotensi bencana. Jika sudah tahu medannya, personel jadi paham lokasi dan cara menolong korban," tandas dia.
Sementara itu, salah seorang warga, Kusmiyati, mengungkapkan, dengan mengamati kegiatan simulasi evakuasi bencana, warga juga menjadi paham bagamaina cara dan proses penanganan bencana.
" Kita dapat ilmu baru, khususnya saat bencana, jadi tahu yang perlu ditolong pertama siapa," aku dia.
Ketika terjadi bencana, lanjut dia, masyarakat cenderung panik dan berlarian kesana kemari. Padahal, upaya pertolongan pertama sangat diperlukan.
"Kita jadi tahu bagaimana prosedur untuk melakukan pertolongan pertama. Yang paling penting, ketika ada bencana apapun, diusahakan untuk tidak panik," imbuh dia.(tea/ary)



Minggu, 15 Des 2019

Jangkauan Pembeli Lebih Luas

Loading...