MalangPost - Hasil Swab Jadi CLUSTER Baru

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Hasil Swab Jadi CLUSTER Baru

Minggu, 28 Jun 2020, Dibaca : 2799 Kali

MALANG – Terus bermunculannya kasus-kasus baru dalam penyebaran covid-19, tak lepas dari semakin banyaknya warga melakukan swab mandiri. Kondisi itu juga menyebabkan munculnya cluster baru di beberapa wilayah, setelah hasil swab itu diterima.

 

Terlebih saat ini di banyak aktivitas, mewajibkan warga menyertakan hasil swab. Selain untuk kepentingan pekerjaan, juga perjalanan. Akibatnya, dari yang semula tidak diprediksi, muncul kasus baru yang menambah jumlah angka positif covid-19.

‘’Disisi lain, kami senang banyak warga melakukan swab secara mandiri. Tapi kami sekaligus khawatir. Banyak kasus baru muncul di beberapa wilayah, dari hasil swab mandiri tersebut. Padahal itu sama sekali tidak kami duga dan tidak menjadi fokus utama kami,’’ ujar Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, akhir pekan kemarin.

 

Saat ini, tandas mantan anggota DPRD Kota Malang ini, banyak perusahaan mengharuskan karyawannya melakukan swab mandiri, sebelum kembali bekerja. Termasuk ketika ada tugas luar kota, juga harus menyertakan hasil swab.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Malang tetap akan melibatkan satgas covid-19, untuk memperketat pemantauan, di wilayah masing-masing. Termasuk bekerjasama dengan puskesmas setempat. Jika ada warga yang melakukan rapid test ataupun swab secara mandiri, harus diketahui oleh satgas dan puskesmas setempat.

‘’Tidak hanya Pak Lurah, tapi sudah sampai ke RT dan RW. Terutama sekali puskesmas setempat. Kami minta mereka memberikan informasi, jika ada warga yang sudah atau mau swab mandiri. Mereka harus lapor dulu ke puskesmas,’’ kata Sutiaji.

 

Sedangkan untuk menangani lonjakan kasus klaster keluarga, Pemkot Malang menyediakan ruang isolasi perawatan dan rumah karantina. Bagi pasien dengan gejala sedang sampai berat, akan ditempatkan di RSUD Kota Malang. Safe house di Jalan Kawi, diperuntukkan bagi pasien dengan gejala ringan.

‘’Agar kami bisa memantau proses penyembuhannya, pasien-pasien itu akan ditempatkan di lokasi yang sudah ditentukan. Terutama jika pasien itu keadaan rumahnya tidak sehat. Dengan demikian, kami bisa melakukan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran covid-19 ini,’’ tandas Sutiaji. (jof/avi)

Editor : Sunaviv
Penulis : Jofan