MalangPost | Hasil Lab Negatif, Tetap Dimakamkan Sesuai Protokol

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Hasil Lab Negatif, Tetap Dimakamkan Sesuai Protokol

Minggu, 05 Apr 2020, Dibaca : 1497 Kali

MALANG – Kabar meninggalnya salah satu warga RT 01 / RW 04 Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Kota Malang, yang diduga terpapar Covid-19 dinyatakan hasil Lab rumah sakit negatif. Jenasah dijemput oleh Tim Public Safety Center (PSC) 119 Kota Malang dari salah satu rumah sakit di Batu, Sabtu (4/4) pagi.


Menurut informasi yang dihimpun Malang Post, pasien tersebut mempunyai riwayat kesehatan seperti sakit diabet, paru-paru hingga sesak nafas, karena tidak enak badan maka pasien berobat ke RS Persada Hospital, dan langsung dirujuk ke RS  Karsa Husada Batu. Kemudian pada Sabtu (4/4) pukul 06.00 WIB. pasien dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS Karsa Husada Batu.
Dihubungi terpisah, Lurah Polowijen, Kecamatan Blimbing Suseno mengatakan, memang benar yang baru meninggal itu warganya, namanya Hadi Santoso (58), dan sudah sejak lama sakit asma, dan sering kambuh. ‘’Setahu saya beliau tidak pernah berpergian jauh ataupun luar kota,’’ kata Suseno.


Setelah dinyatakan meninggal, pada pukul 12.00 WIB, jenazah tiba di makam Islam Kelurahan Polowijen dan diangkut mobil ambulan Tim Public Safety Center (PSC) 119 Kota Malang, dibantu relawan, serta warga sekitar dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap termasuk masker untuk melaksanakan pemakaman.
Dia menambahkan, almarhum meninggalkan dua anak, laki-laki dan perempuan. “Anak-anaknya sudah dewasa semua, bahkan sudah berkeluarga,” tambahnya.


Suseno berpesan, memang saat ini dalam kondisi pandemi oleh virus Corona, masyarakat diharapkan jangan panik tetap berpikir positif. Seperti halnya warga yang baru saja meninggal ini, banyak orang menganggap jenasah tersebut terpapar virus corona. Namun setelah diuji lab negatif. “Jangan panik tetap berpikir positif untuk semua masyarakat, terpenting kita jaga kebersihan dan kesehatan karena itu penting,” tandasnya.


Senada dengan hal itu, Koordinator PSC 119 Kota Malang, Dhana Setiawan menyampaikan, dalam pemakaman tersebut tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan. Sehingga tim PSC 119 Kota Malang dibantu relawan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap termasuk masker.
"Alhamdulillah, usai jenazah dimasukkan liang lahat, ada beberapa warga yang membantu melakukan pengurukan tanah sehingga proses pemakaman bisa cepat dan tanpa halangan. Termasuk surat kematian sudah diberikan kepada keluarganya," pungkasnya. (mp4/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Agiem Cristian