MalangPost - Harus Tegas dan Keras di Tribun

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Harus Tegas dan Keras di Tribun

Jumat, 29 Mei 2020, Dibaca : 3381 Kali

MALANG – Menjadi suporter perempuan alias Aremanita harus tegas. Termasuk pada godaan suporter pria ketika berada di stadion. Sehingga, oknum suporter yang ingin menggoda bisa keder duluan. Hal tersebut disampaikan Oktavia Shinta Wulandari Aremanita asal Ngijo Karangploso.

“Walaupun Aremanita, harus tegas dan keras kalau di stadion,” tegas Vani, sapaan akrabnya.

 

Menurut dia, meskipun dikodratkan sebagai perempuan, bukan berarti lemah lembut saja ketika di tribun. Apalagi, ketika berada di tribun ekonomi. Jangan sekali-sekali menggoda atau meremehkannya.

“Pernah dulu waktu lihat di tribun ekonomi, ada anak yang menggoda. Siul-siul begitu. Saya samperin balik. Dan saya bilang, nggak tahu ndelok arek wedok a sam (tidak pernah melihat perempuan kah mas),” jelasnya.

Kontan saja, dengan keberanian tersebut, suporter laki-laki yang berniat menggodanya terdiam. “Ya nggak tahu sih, malu atau nggak. Tapi intinya, harus tegas. Hahaha,” beber dia kepada Malang Post.

 

Vani memang tergolong Aremanita yang pemberani. Bahkan, ia juga kerap mengikuti away, ketika tim Singo Edan bermain di luar kandang. Misalnya ke Jakarta.

“Pas ke Jakarta, pernah bus mogok, AC mati. Ya benar-benar merasakan kerasnya menjadi suporter,” tambah dia.

 

Selain itu, dirinya juga menjadi salah satu Aremanita yang nekat mendukung Arema FC ketika berlaga di semifinal Piala Gubernur Jatim awal 2020 ini. Ketika melawan Persebaya di Blitar, dia berangkat ke Kota Patria tersebut.

“Sudah tahu sih laga tanpa penonton. Tapi tetap tancap gas ke Blitar. Eh di sana bentrok antar suporter. Untungnya selamat dan itu pengalaman yang seru juga,” pungkasnya. (ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Redaksi