Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 17 Nov 2019

Jika menjelaskan sesuatu pada anak buahnya, Erik akan menjelaskan kemudian menggambarkannya secara nyata. Dia  memiliki pandangan apa yang dijelaskannya, visual yang ingin ia maksudkan bisa jadi diterima berbeda oleh pegawainya.
“Bisa jadi apa yang ingin saya sampaikan dengan gambaran penjelasan saya malah diterima berbeda. Makanya ini saya buat bagan-bagan. Gambar-gambar panah seperti ini agar visualisasi dan pemahaman kita semua sama,” pria yang beralamat di kawasan Sawojajar ini.
Rahasia lain yang diberikan Erik sebagai kunci sukses menjadi pemimpin adalah keluar dari zona nyaman. Hal ini bukan isapan jempol semata, beberapa kali publik melihat gebrakan yang dilakukan Erik tiap kali memimpin di beberapa dinas.
Jika diperhatikan betul, dinas dimana Erik memimpin selalu memiliki kesamaan. Publik bisa melihat hampir setiap hari kerja apa saja yang dilakukan dinas tersebut, mulai dari hal terkecil seperti diksusi internal sampai kegiatan besar publik bisa tahu.
Hal ini disebut Erik sebagai budaya marketer. Setiap pegawai harus menjadi marketer tugasnya masing-masing.
“Betul. Saya terapkan itu ke seluruh pegawai. Misal saat di DKP, mereka yang menyapu jalan tiap mandor harus upload kegiatan mereka di medos yang ada,” tegas pria yang hobby membaca buku ini.
Erik menjelaskan, jika dirinya ingin agar publik alias masyarakat Kota Malang tau apa saja yang dikerjakan dinasnya. Sebagai pelayan publik, masyarakat berhak diberi informasi mengenai pekerjaan yang dilakukan ASN di tiap dinas yang ada.

Baca juga : Ajak Keluarga Olahraga Bersama


Maka dari itu setiap memimpin dinas, akun-akun media sosial dinasnya selalu mengupdate informasi-informasi terbaru seputar pekerjaan dinas.
“Publikasi sangat penting. Ini juga menjadi cara kami untuk mengubah stigma negatif terhadap ASN atau PNS selama ini di mata masyarakat yang selalu dipandang ASN tidak kerja maksimal. Ini menjadi media kita memberitahu masyarakat dan mendapat masukan,” jelasnya.
Lantas apa yang dilakukan Erik agar apa yang diterapkannya terus berlanjut ketika dirinya sudah tidak menjabat lagi?. Erik menjelaskan hal ini dikatakannya merupakan hal yang memang sulit untuk dilakukan jika memang tidak disadari masing-masing individu dari pegawai sampai pada pemimpinnya.
Untuk itu yang dilakukan Erik adalah memberikan dan menanamkan secara maksimal apa yang ia terapkan di setiap tugas kerjanya.
“Karena memang setiap pemimpin punya style nya sendiri-sendiri. Apa yang diterapkan saat itu ya itu yang terbaik,” tandasnya dengan senyum. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : sisca






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...