Harga Rokok Naik, Pemkot Khawatir PHK | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 01 Jan 2020,

MALANG - Per 1 Januari 2020 harga rokok eceran belum naik secara signifikan. Pantauan Malang Post belum ada kenaikan di bandrol rokok, namun sejumlah pedagang sudah mulai menaikkan tarif. Hanya saja justru Pemerintah Kota Malang yang khawatir ada Pemutusan Hak Kerja (PHK) akibat kenaikan tarif cukai rokok.
Ya, per 1 Januari 2019, pemerintah secara resmi memberlakukan tarif baru Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang mencapai 23 persen lebih tinggi, serta harga jual eceran yang mencapai 35 persen. Penetapan tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau.
Pemkot Malang memberikan imbauan khusus pada perusahaan-perusahaan rokok di Kota Malang menyusul resminya pemerintah menaikkan harga rokok seiring penetapan kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen per 1 Januari 2020.
Mengenai hal ini Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang tidak dapat melakukan hal banyak.
“Kita hanya bisa mengimbau saja. Agar pengusaha rokok jangan sampai melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja,red) karyawannya,” papar Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Drs Wahyu Setianto MM, saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan di sepanjang 2019, Pemkot Malang pun terus melakukan komunikasi intens dengan pengusaha-pengusaha rokok yang ada di Kota Malang. Jumlah perusahaan rokok di Kota Malang memang tidak terbilang banyak, yakni sekitar 35 pabrik saja.
Meski begitu sosialisasi mengenai adanya kenaikan cukai rokok dan HJE rokok ini sudah dilakukan terus menerus.
“Karena tidak ada yang bisa dilakuakan selain memberi imbauan itu. Ini sudah instruksi pusat,” tegasnya.
Yang kali ini ditekankan Pemkot Malang adalah memastikan pengusaha rokok di Kota Malang dalam keadaan stabil.
Dan terus memantau strategi yang dilakukan untuk mensiasati naiknya harga rokok. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan pengurangan produksi rokok dibandingkan dengan produksi normal sebelum kenaikan.
“Ya efeknya bisa ke tenaga kerjanya kan. Jadinya kami memantau dan monitor disitu tahun ini,” tegas Wahyu.
Ia menjelaskan hingga saat ini belum ada perusahaan rokok di Kota Malang yang melaporkan hendak melakukan pengurangan pekerja menyusul kebijakan kenaikan harga rokok tersebut.
Sementara itu menurut informasi yang didapat Malang Post selama beberapa tahun terakhir Industri hasil tembakau di Kota Malang, terus menurun performanya. Sebanyak 115 pabrik rokok gulung tikar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir
Di 2009 ada sebanyak 150 pabrik rokok, tapi memasuki 2016 tinggal 37 pabrik, dan hingga semester 1 2017 hanya tinggal 35 pabrik rokok hingga saat ini.(ica/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Sisca



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...