MalangPost - HARAPAN KE LUAR NEGERI, TINGGAL HARAPAN

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

HARAPAN KE LUAR NEGERI, TINGGAL HARAPAN

Kamis, 30 Jul 2020, Dibaca : 693 Kali

Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Malang, belum pasti kapan berangkat. Sebanyak 680 calon PMI ini, terpaksa harus menunda keberangkatannya. Harapan segera tiba di negara tujuan, tinggal harapan. Sesuai instruksi Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) belum memberikan izin berangkat ke negara tujuan. 

Ini dikarenakan, negara-negara yang menjadi tujuan, masih dalam masa pandemi Covid-19. Namun begitu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang berinovasi. Sosialisasi ditempuh, terkait kesiapan protokol kesehatan bagi calon PMI. Antisipasi jika sewaktu-waktu pengiriman PMI ke luar negeri dibuka.

"Ini ‘kan sementara pengiriman PMI ditutup. Saya mengantisipasi jika sewaktu-waktu dibuka, bagaimana penerapan protokol kesehatan ini. Disosialisasikan kepada P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia)," kata Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo ditemui di sela kegiatan Sosialisasi Kesiapan Protokol Kesehatan.

Disampaikan dalam sosialisasi tersebut, pihaknya mengacu pada prinsip protokol kesehatan. Misalnya setiap peserta pelatihan diwajibkan memakai masker. Kemudian, sebelum masuk ke ruangan kegiatan, diwajibkan melalui bilik antiseptik, dicek suhu tubuh dengan thermogun, wajib cuci  tangan serta memakain handsanitizer serta menerapkan physical distancing. Sosialisasi, lanjut dia, akan dilakukan secara bertahap.

"Karena physical distancing. Maka kami undang 20 orang dulu. Ini kami jemput bola, jangan sampai nanti mendadak," ungkapnya.

Lebih jauh, Yoyok menjelaskan, para calon PMI yang hendak berangkat ke luar negeri itu harus memenuhi segala persyaratan, utamanya kesehatan. Menurut Yoyok, sejauh ini para PMI yang pulang ke Kabupaten Malang tidak ada satupun terjangkit Covid-19. Berdasarkan data yang dikantongi Disnaker dari bulan Maret hingga saat ini, yang pulang dari luar negeri melalui Bandara Internasional Juanda ataupun Bandara Abdulrachman Saleh tercatat sekitar 1.100 orang.

Ditambahkan, dari hasil pemeriksaan oleh Tim Medis Karantina Kesehatan Pelabuhan 2 Probolinggo Wilayah Kerja Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang, seluruh eks PMI memiliki suhu tubuh normal. Seluruhnya memiliki dokumen kesehatan berupa tes rapid yang menunjukkan hasil non reaktif atau tes PCR yang menunjukkan hasil negatif Covid-19. Seluruh penumpang diharuskan melakukan karantina mandiri selama 14 hari. “Semua dalam kondisi sehat sesuai dengan hasil pemeriksaan kesehatan dan tidak ada yang positif Covid-19,” pungkasnya.

Editor : yan
Penulis : jay