MalangPost | Hanya Kota Malang Setuju PSBB, Batu Susul Pemkab Malang Tak Setuju Diterapkan

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Hanya Kota Malang Setuju PSBB, Batu Susul Pemkab Malang Tak Setuju Diterapkan

Rabu, 08 Apr 2020, Dibaca : 3873 Kali

MALANG - Tiga pemerintah daerah (pemda) di Malang Raya akhirnya jalan sendiri-sendiri terkait rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hanya Pemkot Malang pastikan segera mengusulkan PSBB ke Pemprov Jatim. Sedangkan Pemkot Batu sama seperti Pemkab Malang pilih terapkan social distancing dan physical distancing.

 

Keseriusan Pemkot Malang terapkan PSBB dibuktikan dengan menyiapkan konsep yang akan diajukan. “Insyallah  disusun secara resmi untuk surat pengajuannya. Kalau selesai besok (hari ini) bisa kami kirimkan (ke Pemprov Jatim),” jelas Wali Kota Malang Drs. Sutiaji.

 

Orang pertama di Pemkot Malang itu tak mempersoalkan keputusan daerah lain di Malang Raya. Contohnya keputusan Pemkab Malang tak mengusulkan PSBB menurut Sutiaji pastinya sudah dipikirkan baik-baik oleh pimpinannya.

Seperti diberitakan sebelumnya Bupati Malang HM Sanusi pastikan tak menerapkan PSBB di wilayahnya. Padahal tiga kepala daerah di Malang Raya pada Rabu (1/4) lalu menggelar rapat koordinasi (rakor) di Pendopo Pemkab Malang. Salah satu hasilnya berencana menggelar screening dan pembatasan wilayah di semua perbatasan di Malang Raya.

 

Lebih lanjut Sutiaji menghargai semua keputusan terkini masing-masing daerah.  “Namanya keputusan, kami hargai dan untuk Kota Malang tetap akan mengajukan PSBB,” tegasnya.

Ditambahkan Sutiaji, saat ini secara informal usulan menerapkan PSBB di Kota Malang sudah dilakukan. Melalui pernyataan resmi Wali Kota Malang Sutiaji melalui berbagai video yang sudah disebarkan ke banyak instansi.

Alasan Pemkot Malang tetap mengusulkan penerapan PSBB berdasarkan alasan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Malang. “Kami dasarnya hanya satu. Agar masyarakat kita aman.  Kita tidak tahu virus ini dari mana. Dia ada dimana-mana juga kita tidak tahu. Terutama memang pencegahan dan dari diri sendiri,” tandas pria kelahiran 1964 ini.

 

Langkah yang tengah disiapkan Pemkot Malang untuk menerapkan PSBB sebagian besar telah dilakukan. Seperti pembatasan aktivitas warga melalui kegiatan keagamaan, sosial-budaya, kegiatan hiburan, hingga kegiatan sekolah.

Langkah lanjut adalah pembatasan pergerakan atau mobilitas warga. Ini didukung dalam menyiapkan tiga tempat  sebagai rumah karantina. Termasuk tempat karantina pemudik yang akan datang ke Kota Malang.

 

Pemkot Batu Tak Ajukan PSBB

Pemkot Batu tidak akan menerapkan PSBB. Pasalnya Kota Batu belum termasuk dalam kriteria  dan syarat yang ditentukan. Hal itu diungkapkan Jubir Pencegahan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

“Melihat perkembangan dan situasi saat ini, untuk sementara belum mengajukan PSBB. Namun akan lebih mengoptimalkan social distancing dan physical distancing yang sudah dijalankan selama ini," jelas  Chori kepada Malang Post, Selasa (7/4) .

 

Diungkapan Chori, alasan pihaknya tidak mengajukan PSBB karena sejumlah pertimbangan.

Pertama, jumlah kasus dan atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah. Kedua terdapat kaitan epidemilogis dengan kejadian di wilayah atau negara lain.

"Berdasarkan data sampai 7 April 2020, jumlah kasus yang konfirm satu. Sedangkan PDP ada tiga orang dengan dua orang sudah sembuh dam satu orang kondisi kesehatannya juga baik," terang Kepala Bappelitbangda Kota Batu ini.

 

Lebih lanjut, informasi dari Dinas Kesehatan pada, Selasa (7/8) , satu PDP sudah persiapan pulang. Melihat perkembangan dan situasi itulah akhirnya diputuskan Pemkot Batu belum mengajukan PSBB.

Sementara untuk pasien konfirmasi positif Covid-19, diungkapnya sudah dilakukan  swab untuk ketiga kalinya pada hari Senin (6/4) lalu. Diperkirakan hasil swab akan keluar tiga sampai empat hari lagi. (ica/eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi