Guru SMAK Sanmar Kenalkan Belajar Matematika Kekinian | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 05 Sep 2019, dibaca : 873 , rosi, imam

MENARIK: Iin Setyawati mengajar matematika dengan media video pembelajaran yang menarik bagi siswa


MALANG - Guru SMAK Santa Maria Malang, Iin Setyawati lolos sebagai nominasi peserta lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK) tahun 2019. Lomba tersebut digelar oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Pendidikan dan Kebudayaan  tersebut. Saat ini, Lin, sapaan akrab Lin Setyawati,  telah lolos ke level tiga  tingkat provinsi dengan kategori lomba media pembelajaran berbasis video.
SMAK Santa Maria berhasil menunjukkan kompetensi tenaga pendidiknya kepada publik, utamanya dalam penerapan sistem pembelajaran berbasis TIK. Terutama dalam hal  implementasi keterampilan pembelajaran abad 21.
Iin Setyawati menjelaskan, lomba MembaTIK diawali dengan karya literasi untuk lolos seleksi ke level dua. Peserta yang lolos selanjutnya membuat video pembelajaran untuk menuju ke level selanjutnya. Adapun tugas di level ketiga yakni menyosialisasikan aplikasi rumah belajar, melalui media sosial. Diantaranya dengan IG, FB, YouTube dan blogger pribadi. 
"Selama ini saya menggunakan empat media itu untuk sosialisasi," katanya.
Tahapan yang menarik saat di level dua. Yaitu saat peserta ditugaskan membuat video pembelajaran. Iin mengungkapkan dirinya membuat video pembelajaran matematika, dengan tujuan mempermudah siswa memahami pembelajaran. 
"Sehingga kesulitan yang kerap ditemui anak bisa diberikan solusinya dengan menayangkan video pembelajaran," ungkap guru matematika ini.
Video yang dibuat Iin, sesuai dengan usia anak-anak SMA zaman sekarang. Kontennya pun disesuaikan dengan gaya hidup remaja saat ini. 
Upayanya membuat media pembelajaran dengan cara memahami style siswa masa kini, membuat karya Iin lolos ke level provinsi. Media tersebut mampu membangun komunikasi dengan siswa, membuat siswa lebih berpikir kritis dan kolaboratif. 
"Saya mengaitkan materi aturan perkalian dalam materi matematika dengan menampilkan artis-artis Korea, karena saat itu film Korea sedang booming," terangnya. 
Menanggapi hasil inovasi tersebut, Kepala SMAK Santa Maria, Sr. M. Theresella Karti, SPM., M.Pd., turut berbangga. Menurutnya pembelajaran dengan basis TIK merupakan satu contoh penerapan keterampilan belajar mengajar abad 21. Dan itu merupakan sebuah tantangan yang harus dilalui oleh setiap guru SMAK Santa Maria. 
"Saya ingin guru SMAK Santa Maria keluar dari zona nyaman. Yang pada akhirnya siswa juga mampu membawa diri mereka untuk out of the box," ujarnya. 
Theresella menjelaskan, pembelajaran abad 21 dengan penerapan unsur Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative (4C), tidak mungkin hanya teori saja di kelas. Tetapi 4C sampai pada tahapan siswa membuat project, yang pada akhirnya menjadi sebuah produk. "Tentu ini bukan tantangan yang mudah. Karena guru harus bergulat dengan gadget yang setiap harinya juga dipegang anak-anak," terangnya. 
Ia menambahkan pembelajaran abad 21 harus dimulai dari guru, sebelum akhirnya ditularkan pada siswa. Sebab pada hakekatnya, kata dia, teladan merupakan pendidikan yang paling efektif. Bagaimanapun hebatnya konsep 4C yang dirumuskan pemerintah dan praktisi pendidikan, keteladan tetap yang pertama. 
"Maka dari itu guru harus menjadi pemula dalam pembelajaran abad 21, termasuk pola berpikirnya pun harus lebih maju dari siswa," pungkasnya. (imm/oci)



Minggu, 15 Des 2019

Kesempatan Pemain All Out

Loading...