Malang Post - Gunung Semeru Erupsi, Ngadas Aman

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Gunung Semeru Erupsi, Ngadas Aman

Jumat, 17 Jan 2020

MALANG - Gunung Semeru erupsi Jumat (17/1) sore sekitar pukul 17.22 WIB. Erupsi berupa kepulan abu membumbung setinggi 400 meter hingga 600 meter di atas puncak gunung tertinggi di Jawa itu. Pantauan sementara, kondisi wilayah Kabupaten Malang di sekitar Gunung Semeru aman.
Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar (BB) TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pos-pos pemantauan terkait aktivitas gunung setinggi 3.676 mdpl tersebut.
Syarif menjelaskan, erupsi Gunung Semeru diketahuinya setelah mendapat informasi dari berbagai pihak. Sebelumnya BB TNBTS menerima laporan dari PVMBG, Kamis (16/1) lalu. Dalam laporan itu disebutkan status Gunung Semeru Waspada Level II . Dengan status
tersebut maka kerap mengeluarkan abu vulkanik. Larangan pendakian pun diberlakukan.
“Kami sudah menginformasikan ke pos-pos pantau maupun pintu masuk Semeru,’’ ungkapnya.
Syarif mengatakan selama ini pendakian di gunung tersebut ditutup. Ia belum memastikan
kapan aktivitas pendakian di Gunung Semeru dibuka kembali. “Nanti kalau dibuka kami informasikan ke media,’’ tandasnya.
Warga diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Guniung  Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas. Selain itu wewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko.
Kepala Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo Mujianto mengatakan erupsi yang terjadi di Gunung Semeru tidak memberikan dampak di wilayahnya. Dia menyebutkan, semburan abu vulkanik di Gunung Semeru dan Gunung Bromo bukan hal yang asing. Semburan abu itu tidak memberikan dampak berarti.
“Mungkin arah anginnya ke Lumajang ya, karena di sini tidak terdampak sama sekali,’’ katanya. (ira/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya





Loading...