Gudang Brimob Penyimpan Mortir Perang Dunia Meledak | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 14 Sep 2019, dibaca : 486 , udi, net

SEMARANG - Gudang bahan peledak (handak) di Mako Brimob Srondol, Semarang, Jawa Tengah, yang menyimpan mortir sisa Perang Dunia II meledak. Dugaan awal, ledakan terjadi karena dipicu suhu udara panas.
"Informasi yang saya dapat, bom-bom sisa peninggalan Perang Dunia itu adalah bom-bom cukup tua, kemudian memiliki tingkat sensitivitas cukup tinggi, bisa dipicu udara yang panas, itu bisa menjadi salah satu pemicu terjadi ledakan. Namun demikian, untuk hasil secara scientific, apa yang menjadi faktor dari penyebab ledakan-ledakan tersebut, nanti dari Jibom akan mengecek, termasuk dari Inafis," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Sabtu (14/9/2019).
Dedi mengatakan, Tim Jibom Pasukan Gegana Korps Brimob Polri sudah terbang ke Semarang, Jateng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Jibom akan melakukan sterilisasi. "Dan apabila masih ditemukan handa-handak yang cukup berbahaya langkah berikutnya dilakukan disposal. Disposal itu tergantung pada situasi dan aspek keamanan," ujarnya.
Akibat ledakan ini, belasan rumah di sekitar area Mako Brimob mengalami kerusakan. Satu orang terluka, yakni Kepala Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jateng AKBP Syaiful Anwar. "Akibat pecahan kaca yang diakibatkan dari dampak ledakan cukup kuat di sekitar Mako Brimob," tambahnya.
Sementara itu, Mabes Polri menyatakan ledakan di Mako Brimob Polda Jawa Tengah di Srondol, Kota Semarang, Jawa Tengah sejauh ini menyebabkan kerusakan pada dua kendaraan dan 11 rumah yang berada di sekitar lokasi.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan kaca pada kendaraan roda empat dan sejumlah rumah warga pecah akibat ledakan itu. Selain itu, sebagian atap rumah warga juga mengalami kerusakan. "Kerusakan sementara ada dua kendaraan lalu 11 rumah, yang rusak adalah kaca pecah kemudian atap rumah. Tapi masih didata lagi," ungkap Dedi disela konferensi media di Jakarta, kemarin.
Saat ini, lanjut Dedi, kepolisian masih terus melakukan pengecekan dan mendata kerusakan yang terjadi sebagai dampak ledakan di Mako Brimob pagi ini. Artinya, jumlah kerusakan bisa saja bertambah.
Menurutnya, Mako Brimob Polda Jawa Tengah memang berdekatan dengan rumah warga. Selain itu, juga ada asrama anggota Brimob dan rumah purnawirawan Brimob. Lebih lanjut, Dedi menyatakan ledakan ini membuat satu anggota Brimob luka-luka di bagian kepala akibar serpihan kaca. Korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Banyumanik. "Korban luka-luka ada, Kepala Detasemen Gegana alami luka di kepala akibat pecahan kaca," jelasnya.
Dedi menyatakan ledakan ini disebabkan oleh granat dan bom yang tersisa dari perang dunia kedua. Menurutnya, granat dan bom tersebut memang sensitif terhadap cuaca. "Ini kan bom tua, memiliki sensitivitas tinggi sehingga udara panas bisa memicu ledakan," tutur Dedi.
Dedi menyatakan kepolisian masih melakukan sterilisasi dan pendinginan di lokasi kejadian. Jika dinilai aman, maka akan dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kompleks Mako Brimob. (cnn/ra/det/udi)



Loading...