Gubernur Khofifah Ingatkan TNI Jaga Kedaulatan Bangsa dan Negara adalah Perang Cyber | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 06 Okt 2019, dibaca : 702 , mp, adv

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, berkat kerjasama solid antara TNI dan Polri didukung rakyat maka stabilitas keamanan dan kedaulatan Indonesia bisa terus terjaga hingga, saat ini.
‘’Terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh prajurit TNI di seluruh Tanah Air atas kerja keras dalam setiap pelaksanaan tugas, atas kerja profesional menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa di darat, laut, dan udara. Dirgahayu TNI, Jadilah tentara rakyat dan tentara pejuang, yang dicintai dan mencintai rakyat,’’ ungkap Khofifah usai menghadiri  upacara  HUT TNI Ke-74 di Lapangan Makodam Brawijaya, Kota Surabaya, (5/10).
Khofifah mengatakan lebih dari tujuh dekade, TNI membuat sejarah panjang mempertahankan, dan menjaga kedaulatan republik ini. Jadi, selayaknya TNI menjadi instrumen pertahanan negara yang mencintai sekaligus dicintai seluruh rakyat. Apalagi, TNI lahir dari rahim rakyat dan besar karena rakyat.
‘’Jangan sampai ada hal yang  membuat TNI  berjarak dengan rakyat. TMMD salah satu wujud nyata  TNI manunggal membangun desa bersama rakyat. Rakyat dalam keadaan apapun harus merasa nyaman dan aman berdampingan dengan TNI. Tanpa Rakyat TNI lemah, pun sebaliknya Tanpa TNI Rakyat akan lemah. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,’’ imbuhnya.
Khofifah berharap, seiring bertambahnya usia, TNI makin profesional sehingga menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Ia yakin, TNI mampu menjadi kekuatan militer yang tangguh, yang disegani serta kekuatan yang diperhitungkan bangsa-bangsa lain di dunia.
Untuk itu, Khofifah mengajak, TNI terus merangkul seluruh elemen masyarakat. Bersama-sama membangun bangsa, menghalau paham dan kekuatan yang tidak sesuai dengan cita-cita, tujuan negara, dan nilai Pancasila.
Khofifah mengingatkan, ancaman era saat ini bukan hanya sebatas yang ada di wilayah perbatasan. Entah itu darat, laut, maupun udara. Ancaman yang tidak kalah bahayanya adalah di dunia maya yang seakan tidak mengenal batas negara.
TNI, kata dia, harus siap bertempur di medan tersebut. Mengingat, tidak jarang aksi terorisme dan propaganda radikalisme gencar dilancarkan melalui jaringan cyber.
‘’Cyber war inilah yang harus juga diantisipasi oleh TNI. Karena berbagai Ideologi, politik, dan sosial-budaya dari manapun dapat dengan mudah diakses dan dikirim masuk ke wilayah NKRI melalui jaringan internet global. TNI harus mampu menjadi penjaga gerbang cyber Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan, sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembamg dinamis dan semakin kompleks.  
Salah satu contohnya adalah perang siber yang disertai perang informasi. Walaupun tidak menghancurkan, namun soal itu sangat merusak kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
‘’Konsep ini yang mengaburkan perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu. Karenanya, ancaman yang timbul baik militer maupun nir militer telah berubah. TNI harus siap menghadapinya,’’ tegas Wisnoe saat membacakan sambutan Panglima TNI.
Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah bersama Pangdam V Brawijaya,  Kapolda Jatim pun berkesempatan memotong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur dan juga berjoget bersama pasukan di HUT Ke 74 TNI yang diikuti oleh seluruh pasukan upacara di Lapangan Makodam V Brawijaya.  
Peringatan HUT Ke 74 TNI di Jatim diisi serangkaian kegiatan antara lain, defile pasukan dan kendaraan tempur dari seluruh Matra TNI, selain itu terdapat drama kolosal perjuangan TNI yang disaksikan langsung oleh masyarakat yang hadir. (humasprov/adv/has)



Selasa, 10 Des 2019

Anggota Satreskrim Ditusuk

Loading...