Gubernur Bertemu Pimpinan Media, Beri Pekerjaan Rumah, Nyanyi Aku Papua | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 03 Sep 2019, dibaca : 897 , bagus, sisca

MALANG -Untuk kali pertama usai dilantik sebagai Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa duduk bersama pimpinan media se Malang Raya, Senin (2/9) malam. Dalam pertemuan di Kantor Bakorwill III Provinsi Jawa Timur di Kota Malang ini, Khofifah langsung memberi pekerjaan rumah yang ingin dituntaskan dengan dukungan media.
Ya, biasanya ketika bersilaturahmi dengan media, pejabat akan memberikan ruang bagi awak media bertanya atau menjaring aspirasi. Tapi hal berbeda dilakukan Khofifah, ia memberi pekerjaan rumah. Setidaknya ada tiga aspek pembangunan yang hendak dikerjakan Khofifah dengan awak media khususnya di Malang.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk membangun konektivitas pembangunan di Jawa Timur. Tentunya media pun merupakan komponen vital pendukung pemerintah untuk membangun pemahaman bersama. Khususnya di wilayah Malang ini," tegas Khofifah di hadapan puluhan awak media semalam.
Setidaknya ada tiga aspek pembangunan Provinsi Jawa Timur yang harus dibangun konektivitasnya berkaitan dengan wilayah Malang. Inilah yang disebut Khofifah sebagai pekerjaan rumah.
Pertama ia menyebutkan sektor ketahanan pangan. Khususnya sektor hasil perikanan. Khofifah menyebut Kawasan Sendang Biru memiliki potensi besar untuk pengembangan ini yang dapat dikoneksikan dengan kawasan lain di Jawa Timur.
"Perikanan di Sendang Biru sangat luar biasa. Ikan tuna banyak dihasilkan di sana, juga ada di Prigi dan Kulonprogo, lalu Pacitan. Kalau jalur ini lancar bisa sampai 500 ton per hari kita bisa ekspor dari Jatim sendiri," jelasnya.
Aspek berikutnya yang ia minta dikembangkan dan dikoneksikan adalah bidang Digital IT. Khofifah pun kembali menyebutkan Malang Raya sebagai tumpuan Jawa Timur untuk menyelesaikan pekerjaan rumah ini.
Ia mengatakan KEK Singosari akan diproyeksikan menjadi pusat pengembangan pembangunan bidang IT, cluster digital lah yang akan ditinggikan. Hal ini bukan tanpa alasan.
"Startup di Surabaya kalah jumlah di Malang Raya. Pikir saya diawal kalau digital nanti bakal Surabaya dan Malang tapi data menunjukkan potensi memang di Malang Raya. Sangat kuat," tegasnya.
Inilah mengapa, Khofifah menjelaskan lagi ia meminta Malang Raya dapat menyeriusi bidang digital. Pasalnya, Provinsi Jatim dipilih menjadi salah satu wilayah pilot project Revolusi Industri 4.0 dari Presiden RI Joko Widodo.
Terakhir, pekerjaan rumah yang diminta Khofifah dapat diselesaikan dengan bantuan media adalah pengentasan masalah Narkoba dan AIDS. Hal ini juga penting karena Jawa Timur menduduki nomor satu untuk korban penyalahgunaan narkoba dan nomor dua untuk korban AIDS.
Khofifah mengungkapkan cita cita Indonesia untuk menciptakan generasi emas di Tahun 2045 akan sangat bergantung di Provinsi Jawa Timur.
"Jawa Timur memiliki generasi-generasi yang memiliki prestasi yang sudah diakui. Hari ini rilis Pemprov ada 10 inovasi di Indonesia di bidang kesehatan, enamnya ternyata dari Jawa Timur. Lalu olimpiade terakhir di Semarang dari 75 medali emas, 49-nya anak anak Jatim yang meraih," urainya.
Hal ini menyedihkan, kata Khofifah, ketika narkoba dan AIDS juga menghantui secara bersamaan. Maka dari itu hal ini menjadi pekerjaan rumah seluruh komponen masyrakat di Jawa Timur. Ketiga hal inilah yang diminta Khofifah untuk juga dikawal oleh teman teman media di Malang.
Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Ariful Huda menyampaikan media di Malang pun akan terus mendukung pembangunan daerah. Salah satunya dengan cara terus mendorong peningkatan kompetensi jurnalis.
"Menjadi tugas kami juga dalam memberi peningkatan kompetensi teman teman yang bekerja mencari berita di lapangan. Dengan ini berita dan informasi akan berbobot, berkualitas dan mendukung pembangunan daerah," tutur Arif dalam kegiatan yang juga dihadiri Pemred Malang Post Dewi Yuhana ini.
Ia juga menyampaikan hingga saat ini pun pihaknya terus memberikan pemaparan dan sosialisasi terhadap UU Pers juga kode etik jurnalis pada seluruh komponen masyarakat. Hal ini meningkatkan sinergitas dan kerjasama awak media bersama berbagai komponen.
Di sela acara ini Khofifah bergaya sangat santai. Ia bahkan mencairkan suasana dengan berkeliling dan membagikan satu kotak buah Matoa pada tamu-tamu yang hadir. Ia membagikannya ke meja-meja pimpinan-pimpinan media yang hadir, ke meja pejabat Bakorwil sampai pada meja jurnalis yang biasa meliput di lapangan. Di sela ini juga Khofifah menyumbangkan suaranya dengan membawakan dua buah lagu khas Papua. Pertama berjudul "Kita semua basudara" dan kedua berjudul "aku Papua".(ica/ary)



Loading...