GPAY Pesantren Al-Hikam Santuni Dan Bina Anak Yatim - Malang Post

Rabu, 20 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 18 Okt 2019, dibaca : 672 , udi, imam

MALANG - Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:  “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.
Hadits yang diriwayakan oleh Imam Bukhari ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim. Faidah yang terkandung dalam hadits tersebut diantaranya adalah orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dan dekat dengan kedudukan Rasulullah.  
Arti ‘menanggung anak yatim’ adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti makan dan minum, pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar. Maka dengan beberapa keutamaan tersebut, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang dengan sebuah program Gerakan Peduli Anak Yatim (GPAY) sejak beberapa tahun memberikan perhatian kepada para yatim, khususnya yang berada di Kota Malang.
Ketua GPAY M. Fahmi Arofi mengatakan anak yatim yang dibina oleh GPAY sampai mereka lulus SMP atau sederajad. Selanjutnya mereka dilepas untuk bisa berbaur secara mandiri di tengah masyarakat. Namun selama dibina, para anak yatim tersebut telah beberapa kali diberikan pembinaan seperti pelatihan kerja hingga dibantu untuk mendapat pekerjaan. “Dalam hal ini Kami bekerjasama dengan yayasan nasional Yatim Mandiri,” ujarnya.
GPAY sudah berjalan sejak tahun 2003, didirikan langsung oleh pendiri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, KH. Hasyim Muzadi (Alm). Dibawah naugan takmir Masjid Al-Ghozali Pesantren Al-Hikam divisi Badan Dakwah Kesejateran Masjid (BDKM). Dan saat ini, GPAY memiliki binaan 35 anak yatim dan 19 duafa. Selain melakukan santunan, GPAY juga memiliki beberapa program lain.Yaitu kegiatan belajar mengajar, cek kesehatan, tahlilan, out bond, studi tour, rekreasi dan ziarah. GPAY juga menggelar pentas seni dan wisuda bagi anak yatim binaannya.  
Fahmi menjelaskan kajian belajar mengajar dilaksanakan seminggu sekali, pada hari Ahad. Materinya tentang Alquran dan fikih. “Karena kami tidak hanya menyantuni mereka dengan materi tetapi juga ingin berbagi ilmu sebagai bekal kehidupan mereka,” ujarnya.
Kegiatan tahlilan dilaksanakan dua bulan sekali di rumah anak yatim. Sedangkan cek kesehatan satu tahun dua kali. Setiap bulan juga ada santunan untuk mereka. Serta mendapatkan peralatan sekolah setiap memasuki tahun ajaran baru. “Artinya tidak hanya kebutuhan perut mereka yang kami siapkan, tetapi juga kebutuhan otak mereka,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan latar belakang didirikannya GPAY di Pesantren Al-Hikam. Semuanya diawali dari keprihatinan Almarhum KH. Hasyim Muzadi terhadap anak-anak yatim yang terlantar. Beberapa kali mereka juga bermain di komplek pesantren tanpa arah dan tujuan yang pasti. “Sehingga muncul ide untuk membentuk wadah yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka, maka dibetuklah GPAY,” terangnya.
Ia menjelaskan tujuan dibentuknya GPAY untuk mengayomi dan membimbing akhlak dan jiwa para yatim. Sehingga selain kebutuhan sehari-harinya terpenuhi, mereka juga dapat bimbingan akhlak dan ilmu pengetahuan. “Indikator kami dalam hal ini adalah akhlak yang mulia. Bukan hanya tentang santunan saja,” tukasnya.  
Adapun sumber donasi utama yang didapat GPAY selama ini berasal kotak amal yang ada di masjid pesantren. Di masjid tersebut selain kotak amal untuk masjid juga ada kotak amal untuk pembinaan dan santunan anak yatim. “Ada juga yang menyalurkan melalui rekening kami, tapi itu tidak menentu,” pungkasnya. (imm/udi)



Loading...