Goodbye, Bikini Bottom

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Selasa, 24 Sep 2019, dibaca : 489 , rosida, Gevzi

GIMANA sih rasanya kalau dilarang menyukai sesuatu yang kamu cintai? Huhuu..of course it’s hurt, gaes. Para pecinta kartun Spongebob tentu merasakan hal yang sama. Ketika ada masalah yang dialami mahluk berwarna kuning, ‘Who lives in a pineapple under the sea? Yups it Spongeob Squarepants!.’’ Dengan sanksi yang dijatuhkan ke film kartun The Spogebob Squarepants Movie. oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sejak Kamis, 5 September lalu. Beragam tanggapan dilontarkan, mulai dari ungkapan kekecewaan hingga kemarahan juga.
Kekecewaan itu juga dialami oleh salah satu Genzier asal SMAN 10 Malang, Anastasya Salsabila. Dirinya mengaku terheran-heran dengan adanya sanksi tersebut. Karena film kartun itu, sudah dityangkan sejak lama, dan tidak ada sanksi seperti ini. Lebih-lebih itu merupakan salah satu film kartun favoritnya sejak kecil, pasti bikin kecewa dong.
“Filmnya sebenarnya lucu dan seru loh. Bukan malah menimbulkan dampak buruk bagi karakter seseorang atau anak anak. Sebenarnya masih banyak acara televisi yang alay dan tidak mendidik, kenapa nggak diberi sanksi juga? Malah banyak loh, masyarakat yang melakukan tindak kejahatan terinspirasi dari sinetron atau acara televisi yang nggak mendidik seperti itu,” ungkapnya dengan nada tinggi.
Menurutnya alangkah baiknya KPI yang mempunyai kewenangan untuk melakukan sanksi terhadap program tayangan-tayangan televisi di Indonesia. Untuk memahami konteks tayangan, sehingga lebih bijak dan teliti lagi, ketika akan memberi sanksi. Daripada banyak mendapat respon negatif dari masyarakat.
“Hmm sebaiknya KPI memilah-milah lagi mana tayangan yang lebih nggak mendidik dan kurang pantas untuk ditonton. Serta layak untuk diberi sanksi. Daripada memberi sanksi pada kartun yang niatnya cuman menghibur penontonnya saja,” jelasnya.
Kekecewaan juga datang dari Muizi Milatizilmi Mardiyah Genzier asal SMA Laboratorium UM, ia merasa adegan-adegan dalam film tersebut masih dalam konteks hiburan semata. Toh tujuannya untuk menghibur anak-anak dengan adegan yang lucu. Selain itu, ia merasa dengan dijatuhkannya sanksi tersebut, merupakan hal yang kurang bijak. Karena bakal banyak pihak yang dirugiakan, khususnya para penggemar setianya.
“Mungkin ada beberapa adegan di film Spongebob yang menurut KPI tidak baik diperlihatkan kepada anak di bawah umur. Tapi sebenarnya, Itu juga tergantung kepada orang tua masing-masing sih. Bagaimana cara mendidik anaknya dengan baik, karena juga nggak mungkin jika film kartun menayangkan hal yang tidak sepantasnya dilihat oleh anak-anak,” ujarnya.
Sekadar info aja nih. Dari rilis KPI menjelaskan, film anak tersebut mendapatkan teguran lantaran terdapat adegan kelinci melakukan tindak kekerasan kepada kelinci lainnya. Sehingga kurang layak untuk dimuat dalam tayangan televisi dan rawan ditiru oleh anak-anak yang masih dibawah umur. Menurut survei  yang kami lakukan melalui fitur Instastory sebanyak  85 responden tidak setuju dan hanya 10 yang memilih setuju. Banyak Genzier lebih memilih tidak setuju, dengan kebijakan KPI yang memberi sanksi kepada film animasi garapan Nickelodeon sebuah jaringan TV kabel khusus untuk tayangan anak-anak dan praremaja ini.
So long, Bikini Bottom I can't leave without a good-bye. But please don't think bad of me. If'n I start to cry.... (*/oci)



Minggu, 20 Okt 2019

Tampil Standout saat Pensi

Sabtu, 19 Okt 2019

Genzi Go Literasi

Minggu, 13 Okt 2019

Jangan Dipendam

Loading...