Gonzales Belum Habis | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


senin, 03 Sep 2017, dibaca : 258 , cilog, rista

MALANG - Dalam tiga laga terakhir Arema FC, nama Cristian Gonzales selalu menjadi sorotan. Pasalnya, sudah dua laga ini, setelah ia ditarik keluar, Arema bisa mencetak gol lalu selamat dari ketertinggalan gol. Banyak yang memprediksi jika karier sang pemain sudah habis. Akan tetapi, pelatih Joko Susilo menegaskan bila menarik El Loco adalah bagian dari strategi. Saat melawan Persiba Balikpapan, Barito Putera dan PSM Makassar, Gonzales selalu digantikan oleh Dedik Setiawan di babak kedua. Pelatih Joko Susilo pun dihujami pertanyaaan mengenai alasan menarik Gonzales. Tidak ada yang salah dengan keputusan menarik Gonzales. Ini bagian dari strategi tim, ujar Joko Susilo. Menurutnya, keputusan tersebut juga tidak serta merta meremehkan kontribusi bomber naturalisasi asal Uruguay itu. Hanya saja, Arema menyiapkan kejutan di babak kedua yang seringkali dilupakan oleh lawan. Buktinya berhasil mengecoh tim lawan, juga teman-teman media. Pasti bertanya kenapa Gonzales diganti. Tetapi yang jelas strategi itu berhasil, beber pelatih dengan sapaan akrab Gethuk itu. Pelatih asal Cepu itu mengatakan jika tugas mencetak gol juga bukan wajib dikerjakan oleh Gonzales seorang. Sebab, pemain lain juga memiliki tugas yang sama jika Arema ingin meraih kemenangan. Kalau Gonzales tidak bisa mencetak gol, yang lain harus bisa. Khusus untuk Gonzales, dia juga tetap berperan bagi tim. Dia membuat bek lawan fokus pada dirinya, dan membuka kesempatan pemain lain. Gonzales juga mau mengejar bola sampai ke belakang, jelas dia panjang lebar. Bahkan saat melawan PSM Makassar lalu, terlihat jelas jika penjaga gawang Rivki Mokodompit tidak henti-hentinya berteriak kepada bek PSM seperti Ardan Atas dan Hendra Wijaya untuk menempel ketat Gonzales. Setiap kali Arema melakukan serangan atau mendapatkan bola mati di area pertahanan, Gonzales jadi bidikan utama penjagaan. Awas Gonzales, jaga Gonzales. Dia lepas," teriak Rivki Mokodompit.Bagi Gonzales, tidak bisa mencetak gol dalam dua laga terakhir dan selalu digantikan sebelum pertengahan babak kedua adalah hal yang baru. Terlebih hal itu terjadi secara beruntun.Saya sebenarnya selalu berpikir positif. Asalkan tim menang, itu yang utama. Tetapi wajar kan kalau saya menunjukkan ekspresi marah, tutur Gonzales. Dia mengatakan, rasa marah atau emosi tersebut sebagai bentuk jika dia memiliki keinginan kuat untuk bermain, berkontribusi bagi tim atau mencetak gol. Dirinya tidak ingin Arema kalah dan merasa bersalah jika tidak bisa membantu rekan-rekannya.;Wajar, sebab saya merasa masih mampu. Tetapi itu terjadi selama pertandingan saja. Setelah itu saya sudah baik-baik saja dan tahu keputusan dari pelatih juga terbaik untuk tim jelasnya kepada Malang Post.Gonzales mengatakan, dia tetap bersemangat untuk terus tampil karena keluarganya. Dukungan dari anak istrinya membuat El Loco tidak ingin down meski kondisi sulit. "Semangat dalam diri saya tinggi, apalagi melihat dukungan keluarga," tambah dia. Saat ini, El Loco sendiri masih tercatat menjadi pemain tersubur di Arema. Di tengah penurunan produktivitas gol Singo Edan, Gonzales telah mengemas tujuh gol. Dia unggul dua gol dari Dedik Setiawan yang sudah mencetak lima gol dan Juan Pablo Pino dengan tiga gol. (ley/ary)



Minggu, 03 Nov 2019

Berikutnya, Hadapi Madura United

Loading...