Golkar dan NasDem Buka Pintu Koalisi di Pilbup Malang | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Sep 2019, dibaca : 825 , bagus, ira

MALANG – Dua partai besar di Kabupaten Malang mulai bergerak menyambut pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malang tahun 2020 mendatang. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru saja menggelar rapat untuk membahas Pilkada dan memastikan mengusung sendiri calon Bupati (N1). Sedangkan PDI Perjuangan (PDIP) baru menentukan sikap Senin (2/9) hari ini dalam rapat seluruh DPC.
”Beberapa waktu lalu ada rapat di DPP. Dihadiri oleh pengurus DPP, dalam rapat ini selain membahas agenda kerja, juga membahas tentang Pilkada,’’ aku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad.
Kepada Malang Post, Gus Ali begitu dia akrab dipanggil mengatakan, pembahasan Pilkada tidak hanya untuk wilayah Kabupaten Malang. Tapi di seluruh Indoensia.
”Pembahasan oleh pengurus ini, sekaligus untuk melahirkan petunjuk pelaksana (Juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah,’’ katanya.
Namun demikian, Gus Ali mengaku baik juklak maupun juknis tersebut belum disampaikan ke daerah (DPC). Bahkan, arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB juga belum ada.
”Intinya kami menunggu. Begitu juklak dan juknis kami terima, baru kemudian kami menentukan langkah,’’ ungkapnya.
Sementara menunggu juklak dan juknis turun dari pusat, PKB juga terus melakukan koordinasi di internal partai. Koordinasi ini dilakukan untuk menyamakan persepsi. Selain itu koordinasi juga dilakukan untuk menyolidkan seluruh kader.
”Sehingga saat pelaksanaan nanti, kader tidak pecah. Dengan begitu, upaya memenangkan Pilkada pun akan lebih mudah,’’ tambahnya.
Gus Ali juga mengatakan, jika sama seperti periode sebelumnya. Target PKB dalam Pilbup 2020 adalah menang. PKB secara pasti ingin mengusung bupati sendiri.
Disinggung dengan koalisi? Gus Ali tersenyum. Bukan menolak, tapi karena memang belum mendapatkan petunjuk apapun dari pusat. Kepada Malang Post, Gus Ali hanya mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai. Hanya saja, Gus Ali tak mau menyebutkan partai mana saja yang sudah diajak untuk komunikasi politik. Dengan alasannya masih dalam tahap penjajakan.
Dia mengatakan, meskipun memiliki jumlah kursi yang cukup untuk mengusung sendiri calonnya, namun berkoalisi hal yang lebih baik. Alasannya jumlah dukungan lebih banyak, sehingga akan lebih mudah untuk menang.
Ditanya apakah PKB akan membuka penjaringan? Gus Ali mengatakan masih menunggu arahan dari pusat. Tapi yang jelas, Gus Ali menyebutkan, pada Pilkada periode sebelumnya PKB selalu membuka penjaringan. Tidak hanya untuk kader, tapi pendaftaran calon kepala daerah ini dibuka untuk umum. Tapi demikian, Gus Ali mengatakan, siapa yang terpilih untuk maju, keputusannya ada di DPP PKB. ”Kami di sini hanya mengusulkan nama-nama, serta memberikan masukan terkait perkembangan politik di daerah. Sedangkan keputusan akhirnya tetap di tangan DPP,’’ tandasnya.
Tidak hanya PKB yang sudah melakukan rapat pengurus dan membahas tentang Pilkada. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga demikian. Rencananya, hari ini seluruh Ketua DPC PDI Perjuangan yang daerahnya menyelenggarakan pilkada tahun 2020 akan menggelar rapat dengan pengurus DPD PDIP Jatim. Rencananya rapat akan digelar di kantor DPD PDI P.
”Benar, besok ada rapat di kantor DPD PDIP jatim. Salah satu agenda rapat adalah membahas Pilkada,’’ ungkap Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto SH MH.
Didik sendiri tak banyak memberikan keterangan terkait persiapan PDI P menyambut Pilkada Kabupaten Malang. Alasannya jelas, yaitu belum diperbolehkan memberikan komentar. Kepada Malang Post, Didik hanya mengatakan, jika saat ini pihaknya sudah melakukan pendekatan ke parta-partai lainnya. Tapi demikian, Didik menyebutkan, komunikasi yang dijalin dengan partai lain, sifatnya masih penjajakan. Karena untuk koalisi, keputusannya ada di DPP.
Disinggung apakah nanti akan membuka penjaringan? Didik mengatakan masih belum tahu. Ya, itu karena sampai dengan saat ini belum ada arahan apapun.
Terpisah, Sekretaris DPD PDIP Jatim, Dra Sri Untari Bisowarno M.Ap membenarkan bahwa hari ini menggelar rapat resmi di kantor DPD PDIP Jatim. Rapat ini akan membahas tentang Pilkada. Dihubungi Malang Post, Sri Untari menyebutkan jika tahun 2020 mendatang ada 19 Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur yang menggelar Pilkada. Agar semuanya berjalan baik, dibutuhkan konsolidasi secara intens.
"Rapat resmi besok (hari ini) akan dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Bapilu, DPC PDI Perjuangan di 19 Kabupaten/Kota yang daerahnya menggelar Pilkada," ungkapnya.
Selain strategi pemenangan, rapat juga membahas tentang pembentukan panitia penjaringan dan penyaringan calon, serta pendaftaran. Dikatakan Untari, jika untuk penjaringan, pendaftaran dibuka di DPC. Selanjutnya berkas penjaringan dibawa DPD, untuk kemudian dilakukan penyaringan tahap satu.
"Setelah penyaringan tahap satu kemudian dilanjutkan ke DPP. Pendaftar yang lolos penyaringan tahap satu akan mengikuti penyaringan tahap dua. Dia juga mengikuti fit and proper test di DPP," ucapnya.
DPP dikatakan Untari juga akan melakukan survei untuk orang-orang yang mendaftar. Dari hasil survei ini akan diketahui seberapa dikenal pendaftar oleh masyarakat.
"Survei ini untuk mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas pendaftar," ungkapnya.
Setelah survei diperoleh, langkah selanjutnya DPP yang memutuskan.
"Keputusan mutlak siapa calon yang diusung itu ada di tangan DPP. Kami di daerah hanya sebatas melakukan penjaringan dan penyaringan. Setelah itu DPP lah yang berperan," ungkap Untari. Ditanya kapan penjaringan dibuka? Untari seketika mengatakan secepatnya. Nunggu hasil rapat besok. Prinsipnya, lebih cepat itu lebih baik," tandasnya.
Sementara itu, Partai Golkar Kabupaten Malang juga masih menunggu Petunjuk Pelaksana (Juklak) terkait pilkada Kabupaten Malang. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Sudarman SPd. Dihubungi Malang Post, Darman begitu dia akrab dipanggil menyebutkan bahkan untuk mengikuti konstenstasi Pilkada, Partai Golkar selalu berpedoman dengan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis. Termasuk untuk menentukan  dengan siapa partai ini berkoalisi.
Ditanya apakah sudah melakjukan penjajakan, Sudarman mengatakan sudah. Penjajakan dilakukan  dengan seluruh partai.
”Kami harus realistis, karena jumlah kursi kami tidak cukup mengusung sendiri calon, dan harus berkoalisi. Tapi dengan siapa, nanti pusat yang menentukan,’’ ungkapnya.
Sementara wait and see dilakukan oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Malang. Selain menunggu petunjuk dari pusat, partai ini juga melihat perkembangan politik di Kabupaten Malang. Hal ini dikatakan oleh Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Malang, Khoirul Anam. Kepada Malang Post, Anam mengaku terus melakukan komunikasi politik. Tidak hanya dengan satu partai, tapi semua partai.
Ini dilakukan untuk membangun koalisi. Ya, di Kabupaten Malang, Partai NasDem sendiri hanya memiliki 7 kursi, yang notabene tidak dapat mengusung sendiri calonnya.
”Tetap berkoalisi. Tapi saya juga yakin, semua partai melakukan koalisi, termasuk yang dapat mengusung sendiri calonnya juga membutuhkan koalisi. Karena dengan koalisi, calon yang diusung akan banyak mendapatkan dukungan,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Anam begitu Khoirul Anam akrab dipanggil juga menyebutkan, jika pihaknya masih menunggu arahan dari pusat. Ini kaitannya adalah peraturan organisasi.
”Masing, masing-masing partai memiliki peraturan organisasi sendiri-sendiri. Begitu juga partai kami,’’ ungkapnya.
Peraturan organisasi inilah yang nantinya mengatur keseluruhan dalam berorganisasi. Termasuk Pilkada, juga diatur di dalamnya.
Ditanya apakah Partai NasDem akan membuka penjaringan? Anam mengaku belum tahu. Tapi demikian, periode-periode sebelumnya, Partai NasDem membuka pendaftaran untuk calon. ”Periode ini kami belum tahu, karena peraturan organisasinya belum keluar,’’ tandas Anam.(ira/ary)



Loading...