MalangPost | GM FKPPI Tuntut Dr. Syahganda Minta Maaf

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


GM FKPPI Tuntut Dr. Syahganda Minta Maaf

Selasa, 31 Mar 2020, Dibaca : 1671 Kali

JAKARTA - Pengurus dan kader GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) mengecam keras pernyataan Dr. Syahganda Nainggolan, Direktur Eksekutif Sabang Merauke,dalam sebuah stasiun televisi, yang menilai TNI Polri masih tidur terkait penanganan virus Corona (Covid 19).

"Kami sebagai anak anak TNI Polri sangat merasakan jerih payah bapak bapak kami. Mereka berada di garis depan, mulai Babinsa Babinkamtibmas sampai pimpinan TNI Polri diatas secara diam dan gerilya turut menjaga rakyat agar tidak terjangkit pandemi Corvid 19," tegas Ketua Umum Pengurus Pusat GM FKPPI Dwi Rianta Surbakti, MBA kepada Malang Post, Selasa (31/3).

 

Ditambahkan, bahkan mereka berani keluarkan maklumat agar rakyat tetap di rumah, biarlah mereka yang bekerja. "Karena itu, kami minta agar jangan ada statemen ngawur. Sebab itu menyakiti rakyat yang percaya kepada TNI Polri. GM FKPPI menuntut statemen itu segera dicabut dan yang bersangkutan secara resmi minta maaf.

"GM FKPPI  juga serukan agar kita menahan diri, jauhkan perdebatan, tapi kedepankan bertindak, jangan bikin resah rakyat, rakyat butuh tenang, ajak rakyat untuk patuhi maklumat pemerintah. Corona bisa kita lawan, kalau kita bersatu, bersatu bukan berkumpul, tapi bersatu berpikir positif dan bertindak solutif," serunya.

 

Ketua Badan Komunikasi dan Media Pengurus Pusat GM FKPPI Sudarmaji, secara terpisah sangat menyayangkan statemen Dr. Syahganda tersebut. Ditambahkan, Waketum GM FKPPI Ir. Agoes Soerjanto minta agar Dr. Sugandha segera minta maaf kepada jajaran TNI/Polri di seluruh tanah air. "Statemen tersebut sangat ngawur. Di beberapa daerah seperti di Malang, lahir Malang Bersatu Lawan Corona atau MBLC atas inisiatif pimpinan TNI/ Polri dibawah naungan Bapak Danrem Baladhika Jaya, termasuk berbagai daerah," paparnya.

 

Sinergitas TNI Polri dan relawan terbukti mengajak warga agar tidak panik, bahkan mengeluarkan maklumat agar rakyat tetap di rumah, biarkan TNI Polri dan relawan bekerja.Para relawan MBLC dalam bekerja tetap mendapatkan arahan dan sesuai protap TNI/Polri. "Dalam kondisi sekarang jangan salahkan negara, jangan salahkan institusi, jangan banyak berdebat tapi banyak berbuat," tegasnya.

 

Untuk melawan wabah ini, implementasi Pancasila sangat dibutuhkan, yakni menjaga persatuan dan berkeadilan sosial. "Kami percaya, nurani jiwa dan raga TNI dan Polri yakni menyelamatkan rakyat, negara dan bangsa, karena itu tetap dukung mereka dengan statemen yang positif, solutif dan kondusif," pungkasnya. (nug)

Editor : Redaksi
Penulis : Nugroho