Gigit Suami, Divonis Penjara 40 Hari | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 20 Nov 2019, dibaca : 2034 , Halim, net

SURABAYA – Majelis hakim yang diketuai Hasbullah Idris menjatuhkan pidana penjara selama 40 hari pada Terdakwa Imam Mustika Murni. Dalam putusannya, terdakwa dianggap terbukti melakukan kekerasan fisik yang dilakulan istri kepada suami dalam rumah tangga sebagaimana tertuang dalam pasal 44 ayat (4) UU RI No.23 tahun 2004 tentang PKDRT.
“Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama satu bulan 10 hari,” ujar hakim dalam amar putusannya, Rabu (20/11/2019). Atas putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraeni yang menuntut pidana penjara selama dua bulan. Atas vonis ini, Hakim memberikan waktu pada JPU dan Terdakwa untuk menentukan sikap apakah melakukan upaya hukum banding atau menerima putusan.
Kuasa hukum terdakwa yakni Ronald Talaway menyatakan vonis yang dijatuhkan hakim tersebut belum adil untuk kliennya. Karena selain tidak ada dampak pada diri pelapor yang bisa dibuktikan di mana setelah kejadian itu, pada proses cerai pelapor justru menolak bercerai dengan alasan rumah tangganya baik-baik saja.
“Yang mana dapat disimpulkan pelapor berarti telah mengabaikan kejadian tersebut, kedua jaksa hanya dapat membuktikan ada gigitan tapi tidak dapat membuktikan kejadian sebenarnya. Ketiga jaksa juga mengakui ada perbuatan si pelapor menekan leher terdakwa jadi cukup beralasan dan hukum mengatur peniadaan pidana jika terdakwa menggigit karena dirinya kesusahan bernafas karena tekanan tangan pelapor,” ujar Ronald.
Terdakwa dan Gunawan Budi Wijaya menikah 27 Desember 2006. Dari hasil perkawinannya itu, terdakwa Imam Mustika Murni dan Gunawan Budi Wijaya mempunyai seorang anak yang saat ini berumur 10 tahun. Entah apa yang terjadi, mahligai rumah tangga Imam Mustika Murni dan Gunawan Budi Wijaya yang dibangun selama 12 tahun mulai diterpa masalah. Hingga akhirnya terdakwa Imam Mustika Murni mengajukan gugatan cerai ke pengadilan.
Selama proses perceraiannya, terdakwa Imam Mustika Murni lebih memilih tinggal sendiri bersama dengan anak semata wayangnya di sebuah apartemen. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Imam Mustika Murni berjualan suplemen kecantikan secara online.
Di saat terdakwa menunggu putusan cerai dari pengadilan, terjadilah perselisihan antara terdakwa dengan suaminya hingga akhirnya terdakwa menggigit tangan Gunawan Budi Wijaya. Akibatnya, Kamis (13/6/2018) Gunawan Budi Wijaya melapor ke Polsek Lakarsantri. September 2018, terjadi mediasi untuk mendamaikan keduanya hingga akhirnya keduanya sepakat berdamai. Dengan syarat masing-masing pihak mencabut laporan polisi dan gugatan cerai yang sudah diajukan.
Untuk menunjukkan itikad baik perdamaian, terdakwa Imam Mustika Murni kemudian mencabut gugatan cerai yang sudah diajukannya. Gunawan Budi Wijaya ternyata tidak sportif. Laporan polisi yang ia buat di Polsek Lakarsantri ternyata tidak dicabut hingga akhirnya Imam Mustika Murni harus disidang di PN Surabaya.
Mengetahui laporan polisi yang dibuat Gunawan tidak dicabut, terdakwa Imam Mustika Murni kemudian mengajukan gugatan cerai yang kedua sekitar November 2018. Atas permohonan cerai yang diajukan terdakwa, pengadilan pun mengabulkannya dan sekarang Imam Mustika Murni dan Gunawan Budi Wijaya bukan lagi sebagai suami istri.
Sebelumnya dakwaan juga disebutkan bahwa pelapor bernama Gunawan Budi Wijaya seorang dosen yang tak lain adalah suami terdakwa. Terdakwa mendatangi rumah untuk mengambil barang di gudang namun kunci gudang direbut oleh Gunawan dan terjadilah cekcok mulut antara terdakwa dengan saksi pelapor.
Perseteruan suami istri itupun tak bisa dikendalikan dan terdakwa memukul kepala saksi pelapor hingga mengenai kepala sebanyak dua kali diperkuat bukti visum Et Repertum Nomer VER/390/13/2018/Bunda tanggal 13 Juni 2018.(bjt/lim)



Sabtu, 14 Des 2019

Ngebet Ingin HP, Nekat Mencuri

Loading...