Gethuk: Madura Lemah Kerjasama Tim | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


senin, 03 Sep 2017, dibaca : 289 , , cilog

Skuad Arema FC punya waktu persiapan seminggu jelang laga kontra Madura United. Tim pelatih Singo Edan, sudah menyusun program untuk membongkar kelemahan Laskar Sapeh Kerap sebelum tanding 10 September mendatang. Joko Gethuk Susilo, pelatih Arema, menyebut Madura United sebagai tim mewah. Madura United adalah tim yang sangat royal dalam pembelanjaan pemain. Setelah beli, gak jadi dipakai, ganti lagi, terus beli-ganti pemain, kata Gethuk kepada Malang Post di Lapangan Dirgantara, usai latihan sore kemarin. Menurut pelatih berlisensi A AFC tersebut, kekuatan Madura saat ini adalah materi individu pemain. Selain Peter Odemingwie marquee player kelas Premier League Inggris, skuad yang diasuh Gomes De Oliviera tersebut adalah tim bertabur bintang. Greg Nwokolo, Bayu Gatra Sanggiawan, Slamet Nurcahyono hingga Fabiano Beltrame adalah beberapa nama yang jadi andalan tim pujaan Taretan Mania dan Sakera Mania tersebut. Tak heran, Gethuk menyanjung Madura United sebagai tim dengan kualitas individu. Secara individual pemain, mereka sangat bagus, tambahnya. Kendati memuji Madura, Gethuk tak mau menurunkan mental timnya. Karena, pelatih asal Cepu ini menegaskan kemenangan lawan Madura United 10 September mendatang, tidak bergantung pada satu dua pemain saja. Gethuk menganggap kerjasama tim lebih penting ketimbang skuad bertabur bintang. Dia menyebut, Arema merupakan kumpulan pemain yang sudah jadi satu tim selama bertahun-tahun. Utamanya, para pemain senior seperti Alfarizi, Benny Wahyudi, Dendi Santoso, Hendro Siswanto, Cristian Gonzales hingga Kurnia Meiga. Skuadnya juga semakin segar karena saat ini dihuni beberapa pemain seperti Arthur Cunha, Esteban Vizcarra, marquee player Juan Pablo Pino hingga pemain anyar Ahmed Atayew. Kalau mereka bicara bisa menang dari kita secara tim? Nanti dulu. Kita 11 mereka 11. Arema bisa ambil poin dan bahkan menang, tapi harus unggul dari segi permainan tim, tegas pelatih yang juga mantan striker Arema era Galatama ini. Kendati demikian, Gethuk menyadari, tugasnya tidak mudah. Permainan Arema yang sudah mulai menanjak dibandingkan putaran kedua, harus dipertahankan dengan program latihan berat. Dia menyebut, kualitas permainan Arema ditentukan oleh ketat dan tepatnya jadwal latihan, serta kedisiplinan Ferry Aman Saragih dkk. Besok minggu fitnes pagi. Senin latihan lapangan, lalu dilanjutkan latihan hari Selasa pagi sore. Rabu hingga Sabtu latihan sore, Minggu kita main. Semua sudah dijadwalkan. Kita tinggal harus kerja dengan baik, secara teknik, taktik dan fisik, jelas mantan pemain Niac Mitra Surabaya itu. Saat ini, Arema sedang bertengger di posisi 7 dengan 34 poin dari 22 pertandingan. Sementara, Madura United baru saja terpuruk dalam tur terakhirnya ke Serui Papua. Asep Berlian dkk tumbang karena kebobolan dua gol di kandang Perseru Serui. Madura United, tetap bertengger di posisi 5 dengan 36 poin, gagal menciutkan jarak poin dari pemimpin klasemen, Bali United yang mengoleksi 41 poin.



Minggu, 03 Nov 2019

Berikutnya, Hadapi Madura United

Loading...